Pendeta AS yang Dibebaskan Turki Bertemu Trump di Gedung Putih

Kompas.com - 14/10/2018, 09:39 WIB
Pendeta Andrew Brunson (kiri) mendoakan Presiden AS Donald Trump saat keduanya bertemu di ruang kerja presiden di Gedung Putih, Sabtu (13/10/2018).AFP / ROBERTO SCHMIDT Pendeta Andrew Brunson (kiri) mendoakan Presiden AS Donald Trump saat keduanya bertemu di ruang kerja presiden di Gedung Putih, Sabtu (13/10/2018).

WASHINGTON, KOMPAS.com - Andrew Brunson, pendeta AS yang dibebaskan setelah ditahan selama dua tahun di Turki kini telah kembali ke Amerika Serikat dan bertemu dengan Presiden Donald Trump di Gedung Putih, pada Sabtu (13/10/2018).

Brunson, yang berusia 50 tahun, ditahan otoritas Turki pada Oktober 2016 atas tuduhan terorisme dan terlibat dalam upaya kudeta.

Oleh pengadilan Turki dia dijatuhi vonis penjara selama tiga tahun, satu bulan dan 15 hari.

Namun dia dibebaskan setelah menjalani masa hukuman selama dua tahun dengan pertimbangan telah berperilaku baik, pada Jumat (12/10/2018).


Pengadilan Turki juga telah mencabut status tahanan serta larangan bepergian ke luar negeri, sehingga memungkinkan bagi Brunson untuk kembali ke AS.

Baca juga: Pendeta AS yang Ditahan 2 Tahun di Turki Dibebaskan

Brunson tiba di Pangkalan Gabungan Andrews di luar Washington pada Sabtu (13/10/2018) dan langsung menuju Gedung Putih untuk bertemu Trump.

"Anda sudah benar-benar berjuang untuk kami," kata Brunson saat bertemu Trump dan kemudian mendoakan sang presiden dengan meletakkan tangannya di pundak Trump.

Trump telah berulang kali menyampaikan terima kasihnya kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan atas bantuannya sehingga Brunson dapat dibebaskan.

"Ini juga bukan situasi yang mudah bagi Turki. Mereka mengalami banyak kesulitan dan saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Presiden Erdogan sehingga hal ini dapat terjadi," kata Trump dilansir AFP.

Media AS melaporkan pembebasan Brunson terjadi setelah terjadi kesepakatan rahasia antara Washington dengan Ankara.

AS pun dikabarkan bakal mencabut sanksi "tekanan ekonomi" yang semula dijatuhkan kepada Ankara sehingga membuat mata uang Turki, lira melemah.

Namun kabar kesepakatan rahasia itu langsung dibantah Trump maupun Erdogan.

"Sama sekali tidak ada kesepakatan. Kami tidak membayar tebusan," kata Trump.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Buru Agen Hezbollah, AS Tawarkan Hadiah Uang Rp 97,5 Miliar

Buru Agen Hezbollah, AS Tawarkan Hadiah Uang Rp 97,5 Miliar

Internasional
AS Klaim Tembak Jatuh 'Drone' Iran, Teheran: Trump Berkhayal

AS Klaim Tembak Jatuh "Drone" Iran, Teheran: Trump Berkhayal

Internasional
Tewaskan 33 Orang, Pembakaran Kyoto Animation Salah Satu Pembunuhan Massal Terburuk di Jepang

Tewaskan 33 Orang, Pembakaran Kyoto Animation Salah Satu Pembunuhan Massal Terburuk di Jepang

Internasional
Hendak Dikeluarkan AS dari Jet Tempur F-35, Turki Cari Alternatif Lain

Hendak Dikeluarkan AS dari Jet Tempur F-35, Turki Cari Alternatif Lain

Internasional
Tersangka Pelaku Mengaku Sengaja Bakar Gedung Kyoto Animation

Tersangka Pelaku Mengaku Sengaja Bakar Gedung Kyoto Animation

Internasional
Bukan Jokowi, BJ Habibie Jadi Sosok Paling Dikagumi di Indonesia Versi YouGov

Bukan Jokowi, BJ Habibie Jadi Sosok Paling Dikagumi di Indonesia Versi YouGov

Internasional
Pria Korsel Bakar Diri Dalam Mobil yang Parkir di Depan Kedubes Jepang

Pria Korsel Bakar Diri Dalam Mobil yang Parkir di Depan Kedubes Jepang

Internasional
Gara-gara Bau Asing, Penumpang NordWind Airlines Dievakuasi di Rusia

Gara-gara Bau Asing, Penumpang NordWind Airlines Dievakuasi di Rusia

Internasional
Banjir Terjang Taman Margasatwa, Seekor Harimau 'Ngungsi' ke Rumah Warga

Banjir Terjang Taman Margasatwa, Seekor Harimau "Ngungsi" ke Rumah Warga

Internasional
Pria Ini Kaget Kakinya yang Diamputasi Jadi Iklan Bungkus Rokok

Pria Ini Kaget Kakinya yang Diamputasi Jadi Iklan Bungkus Rokok

Internasional
Kebakaran Kyoto Animation, Pakar Sebut Kobaran Api Menyebar dengan Cepat

Kebakaran Kyoto Animation, Pakar Sebut Kobaran Api Menyebar dengan Cepat

Internasional
Hubungan dengan Iran Panas, AS Bakal Kirim Ratusan Pasukan ke Arab Saudi

Hubungan dengan Iran Panas, AS Bakal Kirim Ratusan Pasukan ke Arab Saudi

Internasional
Buntut Nyanyian 'Send Her Back' kepada Anggota DPR AS Ilhan Omar, Trump Merasa 'Tak Enak'

Buntut Nyanyian "Send Her Back" kepada Anggota DPR AS Ilhan Omar, Trump Merasa "Tak Enak"

Internasional
Kasus 2 Turis Maroko Dipenggal, 3 Pendukung ISIS Dihukum Mati

Kasus 2 Turis Maroko Dipenggal, 3 Pendukung ISIS Dihukum Mati

Internasional
Selama 40 Tahun, Pria Ini Tak Keramas dan Potong Rambut

Selama 40 Tahun, Pria Ini Tak Keramas dan Potong Rambut

Internasional
Close Ads X