Kabar Dunia Sepekan: Rencana Mahathir hingga Jurnalis Saudi Hilang

Kompas.com - 13/10/2018, 09:20 WIB
Jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi.AFP/MOHAMMED AL-SHAIKH Jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi.

KOMPAS.com - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad berencana menjual aset negara untuk menutup utang sebesar Rp 3.600 triliun.

Rencana Mahathir tersebut merupakan salah satu kabar dari berbagai penjuru dunia untuk menemani akhir pekan Anda.

Selain Mahathir, terdapat kabar jurnalis Arab Saudi yang dilaporkan menghilang ketika memasuki gedung Konsulat Saudi di Istanbul, Turki.

Berikut kabar dunia yang terjadi sepanjang Minggu (7/10/2018) hingga Sabtu (13/10/2018).


1. Penumpang Berkelahi di Pesawat, Angkatan Udara Belanda Kirim Dua F-16
Angkatan Udara Belanda mengirim dua jet tempur F-16 untuk mengawal sebuah pesawat penumpang yang berangkat dari Abu Dhabi menuju Amsterdam.

Hal tersebut dilakukan setelah mendapat laporan terjadinya perkelahian yang melibatkan seorang penumpang agresif yang berkewarganegaraan AS.

Sejumlah penumpang dilaporkan mengalami luka ringan akibat perkelahian di dalam penerbangan tersebut, termasuk dua orang yang mengalami mata lebam akibat pukulan.

Berita selengkapnya klik tautan di sini.

2. Indonesia dan Vietnam, Siapa yang Ketinggalan?
Inisiatif “perang dagang” Presiden Amerika Serikat Donald Trump bisa saja mengatur ulang alur manufaktur global dan rantai pasokan yang penting, di mana eksportir mulai memilih meninggalkan China untuk mengurangi risiko.

Untuk tiga raksasa ASEAN – Indonesia, Filipina, dan Vietnam – masing-masing dengan populasi lebih dari 90 juta, ini merupakan kesempatan yang besar.

Pada dasarnya, tiga negara ini bersaing untuk menarik investasi di industri dan tenaga kerjanya. Saat ini, Vietnam-lah yang paling berhasil.

Berita selengkapnya klik tautan di sini.

3. Bayar Utang Rp 3.600 Triliun, Mahathir Berencana Jual Aset Malaysia
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menyebut dia membutuhkan pemasukan baru untuk membayar utang 1 triliun ringgit, atau sekitar Rp 3.600 triliun.

Halaman Berikutnya
Halaman:


Terkini Lainnya


Close Ads X