Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 02/10/2018, 19:03 WIB

MANILA, KOMPAS.com - Hubungan antara militer AS dengan Filipina dipastikan meningkat pada tahun depan, usai disepakatinya agenda latihan gabungan antara kedua negara.

Hal tersebut berbanding terbalik dengan pernyataan Presiden Rodrigo Duterte sebelumnya yang mengatakan bakal membatasi hubungannya dengan pasukan AS.

Kesepakatan latihan gabungan tersebut sebagai hasil pertemuan antara Kepala Militer Filipina, Jenderal Carlito Galvez dengan Komandan Indo-Pasifik AS, Laksamana Philip Davidson.

Dilaporkan Associated Press dan dilansir Newsweek, latihan gabungan antara militer kedua negara pada tahun ini sebanyak 261 kali dan akan ditingkatkan menjadi 281 latihan gabungan pada tahun 2019.

Baca juga: Tingkat Kepercayaan Publik Filipina terhadap Duterte Capai Titik Terendah

Disampaikan juru bicara militer Filipina, Kolonel Noel Detoyato, kegiatan latihan militer gabungan bakal fokus pada masalah keamanan maritim, misi bantuan kemanusiaan dan operasi kontra-terorisme.

Sebelumnya pada akhir 2016, Duterte telah berjanji dalam pidatonya bahwa tahun itu akan menjadi yang terakhir bagi militer Filipina dan AS melakukan operasi gabungan.

Duterte juga sempat mengeluhkan bahwa selama enam dekade menjadi sekutu AS, mereka tidak pernah diuntungkan.

"Yang kami dapat hanyalah barang bekas. Tidak ada peralatan baru. Amerika gagal meningkatkan kemampuan kami untuk setara dengan negara di kawasan ini," kata Duterte saat itu.

Meski demikian, terlepas dari janji presiden dalam pidatonya yang kritis, operasi militer dan latihan gabungan pada akhirnya masih terus dilakukan.

Sejumlah pihak menilai, komentar yang disampaikan Duterte hanyalah upayanya untuk meningkatkan hubungannya dengan China.

China sempat menyatakan keprihatinan tentang operasi militer antara AS dengan negara-negara di Asia. Namun Duta Besar Beijing untuk Manila, Zhao Jianhua menolak peningkatan aktivitas latihan gabungan tersebut sebagai peringatan terselubung.

"Itu masalah bilateral antara Filipina dengan AS. Kami hanya mengharapkan bahwa hubungan militer antara kedua negara dapat berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas di kawasan ini," ujarnya.

Baca juga: Duterte Siap Kerahkan Militer Filipina Bantu Yordania Perangi ISIS

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber Newsweek
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.