Kompas.com - 27/09/2018, 18:09 WIB

BEIJING, KOMPAS.com - Kementerian Pertahanan China mengecam tindakan AS yang mengirimkan pesawat pembom B-52 miliknya terbang di atas wilayah Laut China Timur dan Selatan. Beijing menyebut, AS telah melakukan tindakan provokatif.

Sebelumnya, pada Rabu (26/9/2018), Pentagon mengumumkan bahwa pesawat pembom miliknya telah melintas di atas Laut China Timur dan di wilayah udara internasional di atas Laut China Selatan sehari sebelumnya.

"Mengenai tindakan provokatif oleh pesawat militer AS di Laut China Selatan, kami dengan tegas menentang mereka dan akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk menangani massalah ini dengan keras," kata juru bicara Kementenrian Pertahanan China, Ren Guoqiang, dilansir AFP.

Baca juga: Jet Tempur AS Hadang 2 Pembom Rusia, Pentagon Lancarkan Protes

China terus berupaya meningkatkankeberadaan militernya di kawasan Laut China Selatan yang dianggap sebagai perairan strategis dan kaya akan sumber daya alam.

China bahkan mengubah sejumlah pulau karang menjadi pulau buatan dan membangun fasilitas militer di atasnya.

Tindakan China telah memicu kecaman dari negara lain, seperti Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Vietnam yang juga memiliki klaim di kawasan itu.

Pengadilan maritim internasional pada 2016 juga telah memutuskan bahwa klaim China tidak berdasar hukum.

Penolakan atas klaim teritorial China juga diungkapkan AS yang secara rutin mengirimkan armada laut dan udaranya melintasi wilayah hukum internasional yang diklaim Beijing.

"Penerbangan pesawat pembom pada minggu ini adalah bagian dari operasi yang telah dijadwalkan secara rutin," kata juru bicara Pentagon, Letnan Kolonel Dave Eastburn.

"Militer kami secara rutin akan terus terbang dan berlayar dan beroperasi di mana pun hukum internasional mengizinkan pada waktu dan tempat yang kami tentukan," tambahnya.

Baca juga: Jet Tempur AS F-22 Raptor Tempel Pesawat Pembom Rusia di Arktik

Sementara, disampaikan Menteri Pertahanan AS Jim Mattis, pihaknya tidak khawatir tindakan militernya akan meningkatkan ketegangan dengan China.

"Jika itu dilakukan 20 tahun lalu sebelum mereka (China) melakukan tindakan militerisasi di kawasan itu, maka itu hanya pesawat pembom lain yang sedang menuju Diego Garcia atau yang lain," katanya mengacu pada pangkalan militer AS di Samudera Hindia.

"Tidak ada yang luar biasa dari penerbangan pesawat pembom itu atau tentang kapal kami lainnya yang berlayar melaluinya," tambahnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.