Kompas.com - 27/09/2018, 15:26 WIB
|

NEW DELHI, KOMPAS.com - Mahkamah Agung India, Kamis (27/9/2018), memutuskan untuk tidak menjadikan perzinahan sebagai tindak kriminal.

Selain itu, mahkamah agung menyatakan, undang-undang masa kolonial yang menjerat pelaku perzinakan dengan hukuman penjara inkonstitusional dan merupakan diskriminasi terhadap perempuan.

Dalam aturan yang sudah berusia lebih dari 100 tahun itu menyebut setiap pria yang tidur dengan perempuan yang sudah menikah tanpa izin sang suami telah melakukan perzinahan.

Baca juga: KPP: Perluasan Pasal Zina Berpotensi Mengkriminalisasi Perempuan

Sesuai undang-undang tersebut, pelaku perzinahan diancam hukuman penjara selama lima tahun.

"Membahas perzinahan dari sudut pandang kriminal merupakan sebuah langkah mundur," demikian keputusan yang diambil lima hakim agung itu.

Di sisi lain, dalam aturan lama perempuan tidak bisa mengadukan masalah dan tidak bisa dimintai pertanggung jawaban saat terjadi perzinahan.

Sehingga, dalam undang-undang kolonial itu, masalah perzinahan murni menjadi ranah para pria.

Mahkamah agung menambahkan, aturan lama itu amat merendahkan martabat perempuan dan menempatkan perempuan sebagai properti milik para pria.

Mahkamah agung juga menetapkan bahwa perzinahan, meski merupakan alasan kuat untuk mengajukan perceraian, tetap menjadi urusan pribadi tiap individu.

Baca juga: ICJR: Perluasan Pasal Zina Berpotensi Hancurkan Ruang Privasi Warga


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.