Karyawan Ryanair Mogok Massal, 190 Penerbangan di Eropa Dibatalkan

Kompas.com - 26/09/2018, 11:50 WIB
Pesawat Ryanair ShutterstockPesawat Ryanair

DUBLIN, KOMPAS.com — Sekitar 30.000 penumpang Ryanair akan terdampak aksi mogok massal karyawan maskapai tersebut pada Jumat (28/9/2018) di enam negara di Eropa.

BBC mewartakan pada Selasa (25/9/2018), manajemen Ryanair terpaksa membatalkan 190 jadwal penerbangan atau sekitar 8 persen dari 2.400 jadwal penerbangan.

Aksi mogok kerja serikat pekerja Ryanair akan berlangsung di Spanyol, Belgia, Belanda, Portugal, Italia, dan Jerman.

Baca juga: Karyawan Ryanair di 5 Negara Eropa Berencana Mogok Kerja

Sejauh ini, manajemen perusahaan berbasis di Irlandia itu telah menginformasikan pembatalan penerbangan kepada penumpang melalui pesan teks dan e-mail.

Kepala marketing Ryanair Kenny Jacobs menyampaikan permintaan maaf dengan mengklaim telah melakukan berbagai hal untuk menghindari aksi mogok kerja.

"Kami berharap serikat pekerja akan memandang ini dengan akal sehat dan bekerja bersama kami untuk menyelesaikan perjanjian demi kepentingan pilot dan awak kabin," katanya, seperti dikutip dari Deutsche Welle.

Karyawan dari negara selain Irlandia tidak senang dengan kebijakan Ryanair yang telah mempekerjakan mereka di bawah undang-undang Irlandia.

Kebijakan tersebut memblokir akses mereka terhadap perolehan tunjangan seperti yang diatur pada aturan negara asal mereka.

Mereka bahkan dipaksa menerima gaji melalui rekening bank Irlandia sehingga mempengaruhi kredibilitas pengajuan utang di negara masing-masing.

Manajemen Ryanair telah sepakat untuk memindahkan kontrak kerja dan perpajakan sesuai dengan negara karyawan secepat mungkin hingga tahun depan.

Baca juga: Penerbangan Ditunda, 200 Penumpang Maskapai Ryanair Dapat Cek Kosong

Perusahaan mengklaim telah menandatangani kerja sama dengan tiga serikat pekerja awak kabin di Italia untuk menyediakan kontrak kerja karyawan di bawah peraturan Italia.

Selain itu, kemajuan berarti dalam beberapa pekan terakhir diperoleh terkait negosiasi serikat pekerja di beberapa negara.

Dua pekan lalu, serikat pilot di Belgia, Belanda, Spanyol, Portugal, dan Jerman juga mengundang manajemen Ryanair untuk mencapai kesepakatan kontrak kerja.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X