Kompas.com - 25/09/2018, 12:11 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) dan Presiden Iran Hassan Rouhani. AFP /IRANIAN PRESIDENCY/HO/NICHOLAS KAMMPresiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) dan Presiden Iran Hassan Rouhani.

Perubahan yang dimaksud adalah tudingan bahwa Teheran bertanggung jawab atas kondisi Timur Tengah yang tak stabil seperti konflik di Yaman, Suriah, maupun Irak.

"Sampai (perubahan) itu terjadi, maka kami terus melanjutkan keputusan yang disebut presiden sebagai 'tekanan maksimal'," tutur Bolton.

Behnam Ben Taleblu dari Foundation for Defence of Democracies menyebeut terdapat fakta sejajar antara Iran dan Korut dalam urusan rezim kejam dan program senjata nuklir.

"Saya percaya melakukan tekanan kepada Korut dan Iran adalah langkah yang menjanjikan sekaligus bijaksana. Namun, tentu ada halangannya," ujar Taleblu.

Mantan staf Kementerian Luar Negeri di era Obama, Thomas Countryman, menuturkan langkah Washington menekan Iran tak bakal berhasil.

Baca juga: Iran Tuding Negara Arab Sekutu AS Terkait Serangan Parade Militer

Menurut Countryman, faktor paling besar yang bakal menyebabkan kegagalan itu adalah AS tak bisa bekerja sama dengan sekutu seperti Dewan Keamanan PBB.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, AS terlalu didikte oleh negara yang menjadi musuh Iran. "Mereka menginginkan Trump untuk terlibat konfrontasi aktif," tutur dia.

Sementara Rouhani menyatakan negaranya tak bisa dibandingkan begitu saja dengan Korut. Contoh kecilnya adalah keluarga Kim memerintah Korut lebih dari setengah abad.

Sementara Rouhani dan pemerintahannya dipilih melalui pemilihan umum. "Menjadikan Korut sebagai perbandingan dengan kami tidak tepat," kata Rouhani.

Baca juga: AS akan Tarik Pasukannya dari Suriah Jika Militer Iran Juga Keluar

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.