Singapura Selidiki Iklan Penjualan TKW Indonesia di Situs Carousell

Kompas.com - 16/09/2018, 11:06 WIB
Akun pengguna Carousell @maid.recruitment menampilkan wajah beberapa pekerja rumah tangga yang diduga berasal dari Indonesia. Beberapa profil bahkan menunjukkan bahwa tenaga kerja tersebut telah dijual. (Straits Times) Akun pengguna Carousell @maid.recruitment menampilkan wajah beberapa pekerja rumah tangga yang diduga berasal dari Indonesia. Beberapa profil bahkan menunjukkan bahwa tenaga kerja tersebut telah dijual. (Straits Times)

SINGAPURA, KOMPAS.com - Kementerian Tenaga Kerja Singapura (MOM) sedang menyelidiki kasus penjualan tenaga kerja wanita diduga asal Indonesia, yang telah dipasarkan secara tidak tepat.

Pasalnya, sebuah akun di situs situs jual-beli Carousell menampilkan daftar pekerja rumah tangga sebagai barang dagangannya.

"MOM memperhatikan kasus pekerja rumah tangga asing sedang dipasarkan secara tidak tepat di situs jual-beli online, Carousell," demikian pernyataan MOM di Facebook pada Jumat (14/9/2018) malam.

Baca juga: Singapura Bakal Kembalikan Dana 1MDB Rp 164 Miliar ke Malaysia

Diwartakan Channel News Asia, kementerian Singapura telah berupaya untuk menghapus penjualan tersebut.

"Iklan tenaga kerja asing seperti komoditas tidak dapat diterima dan melanggar Undang-undang Ketenagakerjaan," tulis MOM.

Dengan memakai user "maid.recruitment", pengguna Carousell itu mengunggah daftar yang menunjukkan beberapa pekerja rumah tangga dari Indonesia. Foto-foto pekerja juga diberi keterangan dengan nama dan usia mereka.

Manajemen Carousell mengaku sudah menangguhkan akun tersebut. Daftar penjualan itu juga telah dihapus.

"Tim kami mendeteksi adanya sekitar 50 daftar (tenaga kerja) dan semuanya dihapus dengan segera," kata juru bicara Carousell.

"Carousell secara ketat melarang segala bentuk iklan yang melibatkan manusia. Setiap tampilan atau berbagi biodata pribadi individu sangat dilarang," imbuhnya.

Baca juga: China Desak Korut Patuhi Perjanjian Singapura yang Dibuat dengan AS

Di sisi lain, perusahaan Carousell mengklaim punya sistem deteksi yang akan menghapus segala bentuk pelanggaran pedoman komunitas atau barang yang dilarang dijual, seperti yang melibatkan manusia.

Manajemen Carousell bekerja sama dengan pihak berwenang untuk membantu penyelidikan.

Jika terbukti bersalah, pelaku pelanggaran dapat didenda hingga 80.000 dollar Singapura atau Rp 860 juta, dan/atau dipenjara hingga dua tahun.

Kementerian Ketenagakerjaan Singapura mengingatkan agar masyarakat menggunakan agen tenaga kerja berlisensi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X