Karena Ucapannya Ini, Dalai Lama Menuai Kecaman

Kompas.com - 14/09/2018, 20:14 WIB
Pemimpin spiritual Tibet Dalai Lama menangkupkan kedua tangannya saat diperkenalkan dalam acara doa dan sarapan pagi di Washington DC, AS, Kamis (5/2/2015). Kehadiran Dalai Lama dalam acara ini menuai protes dari pemerintah China. SAUL LOEB / AFP Pemimpin spiritual Tibet Dalai Lama menangkupkan kedua tangannya saat diperkenalkan dalam acara doa dan sarapan pagi di Washington DC, AS, Kamis (5/2/2015). Kehadiran Dalai Lama dalam acara ini menuai protes dari pemerintah China.

MALMO, KOMPAS.com - Pemimpin spiritual Tibet Dalai Lama mendapat kecaman setelah mengomentari pengungsi di Eropa.

Diwartakan The Independent Jumat (14/9/2018), saat itu Dalai Lama Ke-14 itu sedang berpidato di sebuah konferensi di Malmo, Swedia, rumah bagi sejumlah besar imigran.

Baca juga: Faktor Usia Jadi Alasan Dalai Lama Kurangi Kunjungan ke Luar Negeri

Saat itu, pemimpin keagamaan bernama asli Lhamo Thondup tersebut berujar bahwa para pengungsi haruslah diterima, dibantu, dan mendapat pendidikan layak.

"Namun, seharusnya mereka kembali dan mengembangkan negara asal mereka sendiri. Saya pikir Eropa seharusnya milik orang Eropa," kata Dalai Lama.

Pemimpin 83 tahun itu juga menuturkan, Eropa bertanggung jawab secara moral untuk membantu para pengungsi yang terancam bahaya.

Ucapan Dalai Lama itu langsung menuai kecaman netizen di Twitter. Salah satunya datang dari akun bernama Younis A Bhat.

Dia berkicau di mana Dalai Lama ketika negara-negara Eropa menyerang dan membombardir negara asal pengungsi tersebut.

"Dasar hipokrit dan penjilat," kecam Younis. "Dalai Lama adalah seorang fanatik utama," kata akun lain bernama Sabina Basha.

Dalai Lama pernah membuat komentar kontroversial serupa ketika diwawancarai harian Jerman Frankfurter Allgemeine Zeitung pada 2016.

Saat itu, Dalai Lama menyatakan bahwa Eropa sudah terlalu penuh oleh pengungsi. "Eropa, contohnya Jerman, tak bisa menjadi negara Aran," kata dia.

The Independent memberitakan, Dalai Lama adalah seorang pengungsi. Di 1959, dia memimpin ribuan pendukungnya pindah dari Tibet ke India.

Baca juga: Kutip Dalai Lama, Mercedes-Benz Minta Maaf pada Masyarakat China

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Internasional
Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Internasional
Tukang Pijat asal Indonesia Dirampok dan Diperkosa, Polisi Malaysia Tangkap Pria 31 Tahun

Tukang Pijat asal Indonesia Dirampok dan Diperkosa, Polisi Malaysia Tangkap Pria 31 Tahun

Internasional
Bayi 2 Tahun di Toronto Tewas Setelah Kejatuhan AC

Bayi 2 Tahun di Toronto Tewas Setelah Kejatuhan AC

Internasional
Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Mengaku Kepalanya Dihargai Rp 703 Juta

Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Mengaku Kepalanya Dihargai Rp 703 Juta

Internasional
Pemadam Kebakaran Hutan Australia Kirim Pesan Menyentuh ke Pemilik Rumah yang Mereka Selamatkan

Pemadam Kebakaran Hutan Australia Kirim Pesan Menyentuh ke Pemilik Rumah yang Mereka Selamatkan

Internasional
Dokter Keluarkan Potongan Kertas yang Masuk di Mata Gadis 7 Tahun Ini

Dokter Keluarkan Potongan Kertas yang Masuk di Mata Gadis 7 Tahun Ini

Internasional
Meski Hamil 14 Pekan, Wanita Ini Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan Australia

Meski Hamil 14 Pekan, Wanita Ini Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan Australia

Internasional
Dunia Internasional Puji Cara Indonesia Perlakukan Napi Teroris

Dunia Internasional Puji Cara Indonesia Perlakukan Napi Teroris

Internasional
Sungai di Korea Selatan Berubah Merah karena Terkena Darah Babi

Sungai di Korea Selatan Berubah Merah karena Terkena Darah Babi

Internasional
Venesia Dilanda Banjir akibat Gelombang Pasang Tertinggi dalam 50 Tahun Terakhir

Venesia Dilanda Banjir akibat Gelombang Pasang Tertinggi dalam 50 Tahun Terakhir

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 10 Tahun Hamil Diperkosa Kakak | Penyebab Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 10 Tahun Hamil Diperkosa Kakak | Penyebab Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Guru di AS Ini Terekam Pukul Murid Berkebutuhan Khusus hingga Tersungkur

Guru di AS Ini Terekam Pukul Murid Berkebutuhan Khusus hingga Tersungkur

Internasional
Pria Ini Ditangkap dan Diborgol karena Makan Sandwich Saat Menunggu Kereta

Pria Ini Ditangkap dan Diborgol karena Makan Sandwich Saat Menunggu Kereta

Internasional
Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X