AS Pertimbangkan Larang Penjualan Rokok Elektrik Beraroma

Kompas.com - 12/09/2018, 23:30 WIB
Ilustrasi rokok elektrik. NEWATLASIlustrasi rokok elektrik.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Pemerintah AS tengah mempertimbangkan untuk melarang penjualan rokok elektrik beraroma karena melihat adanya risiko meningkatnya penggunaan rokok elektrik di kalangan pemuda.

Badan Obat dan Makanan AS (FDA) telah mengirimkan lebih dari 1.100 surat peringatan dan menjatuhkan hingga 131 denda kepada penjual rokok elektrik yang menjual produknya kepada anak-anak di bawah umur, baik melalui penjualan langsung maupun online.

"Tindakan keras itu menandai upaya penegakan terkoordinasi terbesar yang pernah dilakukan dalam sejarah FDA," kata badan tersebut dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Studi Temukan Kandungan Berbahaya di Uap Rokok Elektrik

"Kami melihat tanda-tanda yang jelas dari pengguna rokok elektrik muda telah bertambah hingga mencapai proporsi epidemi dan kami harus menyesuaikan aspek-aspek tertentu untuk membendung bahaya yang jelas sekarang ini," kata Komisaris FDA Scott Gottlieb, dilansir AFP.

"Fokus utama kami terutama pada rokok elektrik beraroma dan kami serius mempertimbangkan perubahan kebijakan yang akan mengarah pada penghapusan segera produk-produk beraroma itu dari pasar," tambahnya.

Gottlieb turut mengutip data yang belum dipublikasikan, yang dikatakannya telah menunjukkan bukti bahwa pengguna rokok elektrik di kalangan pemuda telah meningkat tajam.

Data-data tersebut diharapkan akan dapat dipublikasikan dalam beberapa bulan mendatang, meski FDA menolak untuk merilis angka secara terbuka.

Menurut Washington Post, data awal dari Survei Tembakau Pemuda Nasional menunjukkan peningkatan hingga 75 persen dalam penggunaan rokok elektrik di kalangan siswa sekolah menengah pada tahun 2018 dibandingkan tahun sebelumnya.

"Saya menggunakan kata epidemi secara berhati-hati. Namun rokok elektrik telah menjadi tren hampir di semua tempat dan menjadi berbahaya bagi kalangan remaja," tambah Gottlieb.

Baca juga: Mengisap Rokok Elektrik Lebih Berbahaya dari yang Kita Pikirkan



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X