Kompas.com - 03/09/2018, 16:18 WIB

Saat itu, etnis Sotho di Basutoland sukses dalam perjuangan kemerdekaan setelah wilayahnya dianeksasi Cape Colony.

3. San Marino

San Marino merupakan negara terkecil yang juga merupakan negara enclave yang terletak di Semenanjung Italia sebelah timur laut.

Luas wilayah negara ini sekitar 61 kilometer persegi dan berpopulasi penduduk 33.000 jiwa. Ibu Kotanya adalah San Marino dengan kota terbesarnya Serravalle.

Negara ini terbentuk dari seorang bernama Santo Marinus yang berasal dari Pulau Albe, Kroasia.

Ia meninggalkan pulau itu menuju ke Kota Ramini, Italia. Selain menjadi tukang batu, dia juga mengajarkan Kristen.

Santo Marinus pindah ke Puncak Gunung Titano karena mendapatkan persekusi dari penganiayaan anti-Kristen pada masa pemerintahan Kaisar Romawi.

Di tempat inilah ia membangun gereja kecil sekaligus membentuk komunitas pemeluk agama Kristen, sesuai dengan keyakinan mereka.

San Marino menjadi anggota Majelis Eropa pada 1988 dan anggota PBB pada 1992.

Negara ini bukan anggota Uni Eropa, tetapi mengadopsi mata uang Euro karena sistem keuangannya terintegrasi dengan Italia.

Sistem kepemimpinan San Marino juga mengadopsi dua kepala negara yang dipilih dua kali dalam setahun.

Pemimpin bernama wali kapten atau Capitani Reggenti. Pemilihan kepala negara dilaksanakan setiap enam bulan sekali yaitu pada April dan Oktober.

Untuk menghidupi diri, San Marino menggantungkan perekonomiannya pada industri wisata, perbankan, dan tekstil.

Kompas TV Nasib buruk yang dialami warga Rohingya akibat perlakuan kejam tentara Myanmar terus menjadi perhatian dunia. Kali ini perhatian datang dari pemimpin tertinggi gereja Katolik, Paus Fransiskus. Kritik keras disuarakan Paus Fransiskus terhadap pemerintah Myanmar, pada Rabu (8/2) waktu Vatikan dalam sebuah pertemuan dengan umatnya. Kritik dilontarkan setelah PBB menyatakan terjadi pembunuhan massal, pemerkosaan, dan pembakaran rumah warga di kawasan utara Myanmar, tempat warga Rohingya bermukim.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.