Kompas.com - 24/08/2018, 23:57 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com - Organisasi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) akan membentuk tim untuk memastikan penanganan terhadap krisis di Venezuela terkoordinasi dengan baik.

Demikian disampaikan juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, usai bertemu dengan Menteri Luar Negeri Kolombia Carlos Holmes Trujillo yang dilangsungkan Kamis (23/8/2018).

"Sekjen Guterres menyampaikan bahwa dia akan menyusun mekanisme koordinasi internal untuk memastikan respon regional PBB dapat terkoordinasi dengan baik," kata juru bicara PBB Stephane Dujarric, Jumat (24/8/2018), dilansir AFP.

Menurut Dujarric, langkah yang diambil Sekjen PBB kali ini merupakan sesuatu yang tidak biasa untuk krisis seperti yang dialami Venezuela.

Baca juga: Sebelum Wajib Paspor Berlaku, Ribuan Warga Venezuela Bergegas ke Peru

Dalam kunjungan pertamanya sejak diangkat, Menlu Holmes Trujillo mendorong ditunjuknya seorang utusan khusus PBB untuk memimpin tanggapan multilateral terhadap krisis kemanusiaan di Venezuela. Namun Sekjen menolak permohonan tersebut.

Tim krisis PBB di Venezuela akan mencakup para ahli dari badan pengungsi PBB dan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), di antara badan-badan lainnya.

Sekitar 2,3 juta penduduk Venezuela telah meninggalkan negara tersebut sejak terjadinya krisis pada tahun 2014.

Sebagian besar dari warga yang mengungsi terpaksa pergi karena kekurangan pasokan bahan makanan.

Lebih dari satu juta warga Venezuela menyeberang ke Kolombia dalam 16 bulan terakhir.

Kolombia telah mengajak dua negara tetangganya di selatan, yakni Ekuador dan Peru, untuk bersama-sama menjalankan strategi mengatasi masalah pengungsi tersebut.

Namun seorang pejabat PBB, yang berbicara dengan syarat tidak disebutkan namanya, mengatakan bahwa Sekjen Guterres tidak mempertimbangkan untuk menunjuk seorang utusan khusus pada saat ini.

Baca juga: Krisis Ekonomi Bikin Wanita Venezuela Terpaksa Jadi PSK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.