Terpisah Sejak Perang, Para Lansia Korsel Bersiap Reuni Keluarga di Korut

Kompas.com - 19/08/2018, 19:09 WIB
Salah seorang peserta reuni keluarga, Kim Bong-eoh, tiba di sebuah hotel menjelang reuni keluarga antar-Korea di Sokcho pada Sabtu (19/8/2018). (AFP/Ed Jones) Salah seorang peserta reuni keluarga, Kim Bong-eoh, tiba di sebuah hotel menjelang reuni keluarga antar-Korea di Sokcho pada Sabtu (19/8/2018). (AFP/Ed Jones)

SEOUL, KOMPAS.com - Puluhan warga Korea Selatan usia senja menantikan momen langka seumur hidup mereka untuk bertemu anggota keluarga yang terpisah karena Perang Korea.

Mereka berkumpul di Sokcho pada Minggu (19/8/2018) untuk mempersiapkan perjumpaan pertama dalam hampir 70 tahun dengan anggota keluarga di Korea Utara.

AFP mewartakan, reuni selama tiga hari itu akan dimulai pada Senin (20/8/2018) di resor Gunung Kumgang di Korea Utara, menyusul mencairnya hubungan diplomatik kedua negara.

Seperti diketahui, Perang Korea pada 1950-1953 menyebabkan jutaan keluarga terpisah.

Baca juga: Meski Nantinya Perang Korea Berakhir, Pasukan AS Tetap Ada di Korsel

Banyak saudara, orangtua, anak-anak, suami, dan istri yang harus rela hidup berpuluh-puluh tahun tanpa mengetahui kabar dari kerabat sedarah.

Salah satu dari mereka adalah Lee Keum-seom yang kini berusia 92 tahun. Dia menunggu dalam waktu lama untuk melihat putranya untuk pertama kali, sejak dia terpisah akibat kekacauan perang.

Lee kehilangan suami dan putranya yang kala itu berusia empat tahun, ketika keluarganya melarikan diri dengan menaiki kapal feri menuju Korea Selatan.

Lee berhasil membawa seorang putrinya yang masih bayi, tapi terpisah dengan suami dan putranya.

Putranya sekarang berusia 71 tahun dan Lee mendapat kabar jika sang putra akan membawa menantunya ke reuni tersebut.

"Saya tidak tahu apa yang saya rasakan, apakah itu baik atau buruk. Saya tidak tahu apakah ini nyata atau mimpi," katanya.

Baca juga: Korut-Korsel Bisa Umumkan Akhir dari Perang Korea, tapi...

Tinggal di Korea Selatan, Lee menikah lagi dan membesarkan 7 anak. Namun, dia selalu khawatir mengenai keberadaan putranya di Korea Utara.

Kini, ada banyak pertanyaan yang ingin dia ajukan kepada putranya.

"Di mana dia tinggal, dengan siapa dia tinggal, dan siapa yang membesarkannya, karena dia baru usia empat tahun saat itu," katanya.

Halaman:


Terkini Lainnya

Kisah Pengembangan dan Kiprah Pesawat Siluman Pertama di Dunia

Kisah Pengembangan dan Kiprah Pesawat Siluman Pertama di Dunia

Internasional
Terima Kunjungan Presiden Ukraina, Kanselir Jerman Kejang-kejang

Terima Kunjungan Presiden Ukraina, Kanselir Jerman Kejang-kejang

Internasional
Ditabrak Rombongan Pangeran William-Kate Middleton, Nenek 83 Tahun Alami Luka Serius

Ditabrak Rombongan Pangeran William-Kate Middleton, Nenek 83 Tahun Alami Luka Serius

Internasional
Terkena Kondisi Aneh, Payudara Wanita Ini Tumbuh Tak Terkendali

Terkena Kondisi Aneh, Payudara Wanita Ini Tumbuh Tak Terkendali

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] AS Kirim Pasukan ke Timur Tengah | China dan Jepang Diguncang Gempa

[POPULER INTERNASIONAL] AS Kirim Pasukan ke Timur Tengah | China dan Jepang Diguncang Gempa

Internasional
YouTuber Ini Beli Sebuah Kota Kecil di AS untuk Diubah Namanya

YouTuber Ini Beli Sebuah Kota Kecil di AS untuk Diubah Namanya

Internasional
PBB: Indonesia Ikut Bertanggung Jawab dalam Pertumbuhan Populasi Dunia pada 2050

PBB: Indonesia Ikut Bertanggung Jawab dalam Pertumbuhan Populasi Dunia pada 2050

Internasional
Trump Sebut Serangan Kapal Tanker di Teluk Oman Masalah Kecil

Trump Sebut Serangan Kapal Tanker di Teluk Oman Masalah Kecil

Internasional
Kelaparan, Seekor Beruang Kutub Ditemukan Berkeliaran di Siberia

Kelaparan, Seekor Beruang Kutub Ditemukan Berkeliaran di Siberia

Internasional
Diultimatum soal Pembelian S-400, Turki Sebut AS Tak Bertindak Layaknya Sekutu

Diultimatum soal Pembelian S-400, Turki Sebut AS Tak Bertindak Layaknya Sekutu

Internasional
Gempa Berkekuatan 6,8 Landa Jepang, Picu Peringatan Tsunami

Gempa Berkekuatan 6,8 Landa Jepang, Picu Peringatan Tsunami

Internasional
Catatkan Rekor, 885 Pendaki Capai Puncak Everest di Bulan Mei

Catatkan Rekor, 885 Pendaki Capai Puncak Everest di Bulan Mei

Internasional
Rusia: Kami Korban Serangan Siber AS selama Bertahun-tahun

Rusia: Kami Korban Serangan Siber AS selama Bertahun-tahun

Internasional
Ledakan Misterius di Perbatasan China-Korut karena Aktivitas Penambangan Batu

Ledakan Misterius di Perbatasan China-Korut karena Aktivitas Penambangan Batu

Internasional
Tak Ada Listrik di Rumah, Bocah Ini Kerjakan PR di Bawah Lampu Jalanan

Tak Ada Listrik di Rumah, Bocah Ini Kerjakan PR di Bawah Lampu Jalanan

Internasional

Close Ads X