Karena Ancaman Bom, 9 Pesawat Mendarat Darurat di 3 Negara - Kompas.com

Karena Ancaman Bom, 9 Pesawat Mendarat Darurat di 3 Negara

Kompas.com - 17/08/2018, 12:07 WIB
Maskapai Chile, LATAM Airlines, sedang parkir di Bandara Internasional John F Kennedy, News York, Amerika Serikat.AFP/Daniel Slim Maskapai Chile, LATAM Airlines, sedang parkir di Bandara Internasional John F Kennedy, News York, Amerika Serikat.

SANTIAGO, KOMPAS.com - Karena beredar ancaman bom, sembilan pesawat dilaporkan harus mendarat darurat di Peru, Chile, dan Argentina.

Dilaporkan Reuters via Channel News Asia Jumat (17/8/2018), lima dari sembilan pesawat dikelola dua maskapai low-cost Chile, LATAM Airlines dan Sky.

Direktur Jenderal Otoritas Penerbangan Sipil Chile (DGAC), Victor Collao, total terdapat 11 ancaman yang diterima sepanjang Kamis (16/8/2018).

Baca juga: Takut Ketinggalan Pesawat, Pria di India Bikin Laporan Ancaman Bom

"Dua di antaranya kami nyatakan alarm palsu. Sementara sisanya kami tangani dengan serius," ujar Collao di konferensi pers.

Collao menjelaskan, ancaman tersebut didapatkan melalui telepon misterius yang menyasar kantor LATAM dan DGAC.

Dilaporkan Sputnik mengutip Kementerian Transportasi Peru, pendaratan darurat antara lain tercatat dari penerbangan LATAM 2369.

Pukul 12.48, Pusat Kontrol Radar menerima informasi bahwa mereka menerima informasi adanya ancaman bom di pesawat nomor penerbangan 2369.

Pesawat kemudian memutuskan untuk mendarat di bandara kota Pisco. "Mereka mendarat pukul 13.54. Tidak ada yang terluka dan situasi terkendali," terang kementerian.

Kemudian pesawat Sky 162 yang terbang dari Santiago menuju Antofagasta yang berada di kawasan utara, dipaksa kembali ke Bandara Arturo Merino Benitez.

Selain itu, Sky menambahkan pesawat dengan nomor 524 yang hendak terbang ke Mendoza, Argentina, harus mendarat darurat ke Rosario.

Jurnalis Pedro Aleart menyatakan, pesawat 524 telah diperiksa oleh otoritas setempat, dan dinyatakan tidak ada bom di dalamnya.

Kemudian penerbangan Sky dengan nomor 166 dilaporkan harus membatalkan prosedur lepas landas karena ancaman tersebut.

Kepolisian menyatakan, kini mereka tengah fokus melacak sumber telepon yang menyebarkan ancaman bom tersebut.

Baca juga: Pilot JetBlue Salah Laporkan Pembajakan, Bandara JFK Kacau



Close Ads X