Gelar Latihan Militer, Iran Uji Coba Rudal Anti-kapal

Kompas.com - 13/08/2018, 06:06 WIB
Foto bertanggal 3 Juli 2012 yang menunjukkan rudal jarak dekat Iran, Fateh 110, yang diluncuran saat latihan militer. AFP / ARASH KHAMOUSHI / ISNA NEWS AGENCYFoto bertanggal 3 Juli 2012 yang menunjukkan rudal jarak dekat Iran, Fateh 110, yang diluncuran saat latihan militer.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Pasukan Garda Revolusi Iran disebut telah melancarkan uji coba rudal anti-kapal selama dilangsungkannya latihan militer di perairan Teluk pekan lalu.

Disampaikan sumber AS kepada Reuters, rudal anti-kapal itu ditembakkan selama latihan militer besar-besaran yang digelar di lepas pantai Iran. Demikian dilansir dari The New Arab.

Teheran menyebut latihan militer dilangsungkan untuk persiapan menghadapi ancaman yang mungkin datang kepada Iran.

Menurut sumber AS, rudal anti-kapal yang diujicobakan dalam latihan militer tersebut merupakan versi modifikasi dari rudal balistik Fateh 110.

Baca juga: Trump Berlakukan Kembali Sanksi untuk Iran, Ini Dampaknya

Rudal tersebut mampu menempuh jarak hingga 160 kilometer di atas Selat Hormuz sebelum menghantam daratan di Iran.

Meskipun rudal ditembakkan di wilayah perairan Iran dan bukan hal tak biasa selama latihan militer, Washington melihatnya sebagai bentuk pesan kepada AS atas sanksi baru yang diberlakukan kepada Teheran.

Uji coba rudal tersebut tercatat menjadi yang pertama kalinya dilakukan militer Iran dalam satu tahun terakhir sejak Teheran menguji rudal balistiknya.

AS khawatir latihan yang dilakukan Iran sebagai bentuk simulasi penutupan Selat Hormuz, yang menjadi jalur pelayaran utama untuk minyak dunia.

Seperti yang pernah disampaikan Teheran bahwa mereka akan menutup selat jika AS memberlakukan sanksi baru kepada Iran.

Jika benar-benar terjadi penutupan oleh Iran, hal itu dikhawatirkan bakal memicu perang baru antara Teheran dengan Washington dan negara-negara tetangga Arab.

Baca juga: Rusia Kecewa Keputusan AS yang Kembali Sanksi Iran

"Sangat jelas bagi kami bahwa Iran mencoba menggunakan latihan itu untuk mengirim pesan kepada kami bahwa mereka mampu melakukannya," kata Ketua Komando Pusat AS Jenderal Joseph Votel.

Latihan militer yang dilakukan Iran pekan lalu melibatkan sedikitnya 100 kapal kecil, yang akan mampu memukul kapal angkatan laut AS yang cukup besar di Teluk, jika perang pecah.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X