Kompas.com - 07/08/2018, 08:01 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan penerapan kembali sanksi terkait nuklir kepada Iran pada Senin (6/8/2018).

Melalui pernyataan di situs resmi Gedung Putih, Trump menyebut tindakan itu termasuk memberlakukan kembali sanksi terhadap sektor otomotif Iran, perdagangan emas, logam mulia, dan sebagainya. Sanksi ini akan mulai berlaku pada Selasa (7/8/2018).

Sementara, sanksi yang menargetkan sektor energi Iran, termasuk transaksi terkait minyak, lembaga keuangan asing dengan Bank Sentral Iran, akan berlaku efektif pada 5 November 2018.

Baca juga: Menlu Iran: Trump, Bin Salman, dan Netanyahu Terisolasi

"AS berkomitmen penuh menegakkan semua sanksi, dan kami akan bekerja sama dengan negara lain yang berbisnis dengan Iran untuk memastikan kepatuhan invidu atau entitas," ucap Trump.

"Saya senang banyak perusahaan internasional yang berniat untuk meninggalkan pasar Iran," imbuhnya.

Trump mengklaim beberapa negara bahkan telah mengindikasikan akan mengurangi atau mengakhiri impor minyak mentah dari Iran.

Dia menegaskan, rezim pemerintahan Iran hanya memiliki tiga pilihan, yaitu mengubah perilaku mengancam, mendestabilisasi dan mengintegrasikannya dengan ekonomi global, atau terus menghadapi isolasi ekonomi.

"AS terus berdiri bersama rakyat Iran yang telah lama menderita, yang merupakan pewaris sah dari warisan kaya Iran, dan korban nyata dari kebijakan rezim," kata Trump.

"Kami menantikan hari ketika rakyat Iran, dan semua orang di seluruh kawasan, dapat hidup makmur bersama dalam keamanan dan perdamaian," ujarnya.

CNN melaporkan, sanksi yang berlaku akan memblokir pemerintah Iran dari membeli atau memperoleh mata uang AS. Sanksi juga akan menghentikan impor pesawat dari AS dan Eropa ke Iran.

Baca juga: Kirim Pesan untuk AS, Iran Gelar Latihan Militer Besar-besaran

Melansir Newsweek, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang mengkritik perjanjian Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) pada Juli 2015 itu mendukung langkah pemerintah AS.

"Ini momen penting bagi Israel, AS, kawasan, dan seluruh dunia. Ini merupakan tekad untuk mengekang agresi Iran," katanya.

Netanyahu juga meminta para pemimpin negara eropa untuk bergabung dengan AS dan Israel dalam menentang Iran.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Newsweek
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.