Kompas.com - 28/07/2018, 13:37 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Amerika Serikat (AS) menyatakan, bakal melakukan verifikasi terkait kerangka tentara yang dikembalikan Korea Utara (Korut).

Pernyataan tersebut dilontarkan Menteri Pertahanan James Mattis kepada Military Times via Newsweek Jumat (27/7/2018).

Mattis berkata, keputusan Korut mengembalikan 55 peti berisi kerangka tentara yang tewas dalam Perang Korea merupakan langkah positif dalam diplomasi internasional.

Baca juga: Korut Kembalikan Kerangka Tentara AS, Trump: Terima Kasih, Kim Jong Un

Namun, dia menyebut harus dilakukan pengecekan sebelum nantinya kerangka tersebut diserahkan kepada keluarga mendiang.

Dia menjelaskan setelah diterima dari pihak Korut, AS langsung melakukan pengecekan di Korea Selatan (Korsel).

"Tujuannya adalah kami melihat anomali yang kemungkinan tidak dilihat oleh Korut," ulas pensiunan jenderal tersebut.

Setelah itu, kerangka bakal diterbangkan menuju ke Hawaii di mana di sana terdapat sebuah laboratorium forensik.

"Sejauh ini, kami belum menemukan adanya indikasi kekeliruan. Namun, kami masih harus memastikannya dengan forensik," tegas Mattis.

Karena itu, peti berisi kerangka tersebut ditutupi dengan bendera PBB hingga nantinya ditetapkan dari mana kewarganegaraan mendiang berasal.

Perang Korea yang berlangsung dari 1950-1953 menewaskan 36.000 pasukan AS, 130.000 serdadu Korsel, dan 2.000 tentara sekutu di bawah naungan PBB.

Saat ini, diperkirakan masih ada 7.700 personel AS yang masih belum ditemukan dari peperangan yang berakhir dengan gencatan senjata itu.

Penyerahan kerangka AS merupakan bagian dari kesepakatan yang dihasilkan oleh Presiden Donald Trump dan Pemimpin Korut Kim Jong Un di Singapura, 12 Juni lalu.

Ketika Kim bersedia mengembalikan kerangka tersebut, Trump mengucapkan terima kasih melalui kicauannya di Twitter.

Baca juga: Ambil Kerangka Tentara Korban Perang, AS Kirim Pesawat ke Korea Utara

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.