Kompas.com - 25/07/2018, 14:40 WIB

DOHA, KOMPAS.com - Amerika Serikat bersama dengan Qatar pada Selasa (24/7/2018) telah meluncurkan proyek perluasan pangkalan udara di Al Udeid.

Kantor berita QNA mengabarkan, perwakilan dari kedua negara pada Selasa (24/7/2018) telah melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya proyek perluasan Al Udeid.

Proyek perluasan tersebut akan meliputi pembangunan barak dan gedung pelayanan untuk mendukung upaya keamanan bersama termasuk peningkatan kualitas hidup bagi pasukan yang ditempatkan di pangkalan tersebut.

Baca juga: Dua Pangkalan Militer AS di Texas Siap Tampung Migran

Pangkalan udara Al Udeid yang menjadi rumah bagi sekitar 10.000 tentara AS merupakan pangkalan terbesar milik AS yang berada di kawasan Teluk.

Pangkalan tersebut menjadi pusat penyimpanan cadangan amunisi dan perlengkapan, serta tempat peluncuran pesawat tempur untuk misi pertempuran melawan kelompok teroris ISIS.

Lokasinya yang strategis, yang berada sekitar 35 kilometer dari Doha, menjadikan Al Udeid juga sebagai markas bagi pasukan koalisi pimpinan AS dalam melawan ISIS di Irak maupun Suriah.

Menurut QNA, proyek perluasan pangkalan udara Al Udeid merupakan bukti komitmen Qatar untuk memperdalam hubungan strategis militernya dengan AS.

Qatar bersama AS sebagai sekutu strategisnya bekerja sama membangun rencana untuk hubungan bilateral di masa depan, termasuk menambahkan Pangkalan Udara Al Udeid ke dalam daftar markas militer permanen AS.

"Kami melihat dengan dimulainya proyek konstruksi baru ini menjadi harapan dalam beberapa tahun dan bulan ke depan untuk penguatan hubungan kedua negara," kata Pejabat berwenang AS di Doha, Ryan Gliha.

"Miliaran dolar telah dihabiskan untuk mendukung operasi kami di Al Udeid selama 15 tahun terakhir. Ini menjadi penting untuk perjuangan melawan Daesh dan kemampuan kami dalam memimpin koalisi," tambahnya.

Baca juga: Qatar Tegaskan Tak akan Terlibat Konflik dengan Iran

Qatar telah mulai kembali mempererat hubungannya dengan AS di tengah embargo yang diberlakukan negara-negara tetangga Arab terhadap negara teluk itu.

Sebelumnya pada April lalu, Presiden AS Donald Trump telah menyambut Emir Qatar, Tamim bin Hamad Al-Thai di Gedung Putih guna membahas peningkatan hubungan kedua negara. Demikian dilansir AFP.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.