Qatar Tegaskan Tak akan Terlibat Konflik dengan Iran

Kompas.com - 04/06/2018, 15:27 WIB
Menteri Pertahanan Qatar, Khalid bin Mohammad al-Attiyah berbicara dalam Konferensi Tingkat Tinggi Keamanan Asia ke-17 di Singapura. AFP / NICOLAS YEOMenteri Pertahanan Qatar, Khalid bin Mohammad al-Attiyah berbicara dalam Konferensi Tingkat Tinggi Keamanan Asia ke-17 di Singapura.

DOHA, KOMPAS.com - Pemerintah Qatar menegaskan negaranya tidak akan terlibat konflik apalagi mengobarkan perang dengan Iran, meskipun kedua negara memiliki banyak perbedaan.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Pertahanan Khalid bin Mohammad al-Attiyah dalam sebuah konferensi keamanan internasional yang digelar di Singapura, akhir pekan kemarin.

"Walaupun di antara kedua negara terdapat banyak perbedaan, Doha tidak akan pernah mengobarkan peperangan di wilayah tersebut," kata Attiyah, Minggu (3/6/2018).

"Apakah bijaksana untuk memanggil AS dan Israel untuk memerangi Iran?"

"Iran adalah negara tetangga. Apabila ada pihak ketiga yang mencoba mendorong negara di kawasan itu untuk berperang dengan Iran, ini akan menjadi sangat berbahaya," tambah Attiyah.

Baca juga: Saudi Ancam Kerahkan Militer jika Qatar Beli Sistem Rudal S-400

Melansir dari Al Jazeera, komentar tersebut diduga merujuk kepada Arab Saudi, yang telah memimpin negara-negara Timur Tengah melakukan blokade terhadap Qatar.

Blokade tersebut terkait tuduhan bahwa Qatar telah membiayai kelompok-kelompok teroris dan memiliki hubungan dekat dengan Iran.

Tuduhan tersebut telah secara tegas dibantah Qatar dan balik menyebut negara-negara tersebut ingin membuat pergantian rezim di Doha.

Meski terdapat pangkalan udara militer terbesar di Qatar, Attiyah menegaskan, negaranya bukan penggemar peperangan dan lebih menyerukan untuk dicapainya perjanjian dan dialog.

"Kita seharusnya mengundang Iran, ungkapkan semua peluang kesepakatan dan berdiskusi untuk menghasilkan perdamaian daripada perang," kata Attiyah.

Qatar menjadi tuan rumah untuk pangkalan militer AS, Al Udeid, yang disebut sebagai yang terbesar di Timur Tengah. Pangkalan itu menjadi rumah bagi ribuan personel AS sekaligus pusat komando garis depan.

Baca juga: Qatar Beri Dana Hibah Rp 192 Miliar untuk Gaza

Qatar juga menyerukan pemulihan kembali perjanjian nuklir Iran pada 2015 yang ditandatangani enam kekuatan negara besar di dunia dan mencabut sanksi untuk Teheran dengan imbalan pembatasan program nuklirnya.

Presiden AS Donald Trump pada bulan lalu telah menarik diri dari kesepakatan tersebut dan memerintahkan kembali sanksi untuk Iran, yang sempat tertunda karena adanya perjanjian.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X