Dijual ke Lokalisasi, Bocah 13 Tahun Dipaksa Tenggak Steroid Sapi

Kompas.com - 25/07/2018, 13:46 WIB
Ilustrasi perdagangan anak-anak. ThinkstockIlustrasi perdagangan anak-anak.
|

DHAKA, KOMPAS.com - Seorang gadis yang dijual para pedagang manusia ke sebuah lokalisasi saat baru berusia 13 tahun buka suara dan menceritakan semua penderitaannya.

Rupa Begum, kini berusia 19 tahun, sudah berada di sebuah lokalisasi di Bangladesh selama lima tahun sebagai pekerja seks komersial.

Dia tinggal di Kandipara, sebuah kawasan yang menampung sekitar 20 rumah bordil resmi. Dia tinggal di salah satu rumah bordil itu bersama sekitar 400 PSK lainnya.

Baca juga: Kisah Kakak Beradik Korban Perdagangan Manusia hingga Kasusnya Disidangkan


Undang-undang Bangladesh melarang siapa saja yang berusia di bawah 18 tahun bekerja di rumah-rumah bordil.

Dan, para PSK ini harus mendapatkan semacam lisensi dari pemerintah bahwa mereka bekerja atas keinginan sendiri.

Namun, diperkirakan 47 persen para pekerja seks di Bangladesh adalah anak di bawah umur atau para pengantin bocah yang diculik dan dijual ke rumah-rumah bordil.

Rupa sendiri telah menikah dalam usia 11 tahun dengan seorang pria yang berusia hampir tiga kali lipat lebih tua dari dia.

Tak lama setelah menikah, Rupa mengandung dan melahirkan anak pertamanya. Sayang sang suami  meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan kerja.

Namun, setelah kematian sang suami, keluarga Rupa tak mau menampung perempuan itu dan bayinya.

"Mereka tak bisa  menampung saya dan anak saya, karena saya bukan lagi  perawan dan tak ada pria yang mau menikahi saya," kata Rupa kepada harian Telegraph.

Tak memiliki tempat tinggal lagi, Rupa yang saat itu berusia 13 tahun memilih mengadu nasib ke Dhaka dengan harapan bisa bekerja di pabrik garmen.

Setibanya di stasiun kereta api Dhaka, Rupa yang tak tahu ke mana harus melangkah menangis. Saat itu, seorang perempuan datang menghampiri.

"Dia mengatakan memiliki kawan yang membutuhkan pembantu rumah tangga. Jadi saya ikut ke kediamnnya tetapi dia malah menjual saya," kenang Rupa yang tak menceritakan nasib anaknya.

Tiga hari setelah tiba di Kandipara, Rupa mengingat, dia dikurung di dalam sebuah kamar dan dihajar jika ketahuan hendak melarikan diri.

Tak hanya disiksa, dia juga dipaksa menenggak Oradexon, steroid khusus sapi, agar tubuh anak-anaknya segera tumbuh agar dia terlihat berusia lebih tua.

"Saat saya dikirim ke kantor polisi untuk membuat lisensi kerja, saya amat takut disiksa lagi sehingga saya melakukan apa yang diperintahkan kepada saya," ujar Rupa.

"Saya diminta mengatakan sudah berusia 18 tahun dan mengaku senang bekerja di rumah bordil karena tak memiliki pilihan lain," tambah dia.

Untuk setiap lisensi PSK yang diproses, polisi biasanya mendapatkan uang 10.000 taka atau sekitar Rp 1,7 juta.

Setelah mendapatkan lisensi, Rupa kemudian diharuskan melayani 10-12 pelanggan sehari yang hanya membayar 200 taka atau sekitar Rp 34.000 per pelanggan.

Baca juga: Jenderal Thailand Dinyatakan Bersalah dalam Kasus Perdagangan Manusia

Pada 2014, sebuah LSM menghentikan operasi klinik kesehatan di lokalisasi itu karena kekurangan dana. Alhasil, Rupa dan para PSK lainnya tak pernah menjalani pemeriksaan penyakit infeksi seksual lagi.

Selain itu, Rupa mengaku, kerap dipukuli pelanggannya dan dipaksa menutup lukanya agar tetap bisa bekerja.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Telegraph
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Pasien Virus Corona: Kakek Baru Dapat Kasur Rumah Sakit 3 Jam Sebelum Meninggal

Kisah Pasien Virus Corona: Kakek Baru Dapat Kasur Rumah Sakit 3 Jam Sebelum Meninggal

Internasional
Hamas Gunakan Gambar Wanita Cantik untuk Retas Ponsel Tentara Israel

Hamas Gunakan Gambar Wanita Cantik untuk Retas Ponsel Tentara Israel

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Per 18 Februari 2020 Capai 1.863 Orang

Korban Meninggal Virus Corona di China Per 18 Februari 2020 Capai 1.863 Orang

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Cerita Pasien Virus Corona yang Sudah Sembuh | Kampanye Bernie Sanders Diganggu Wanita Telanjang Dada

[POPULER INTERNASIONAL] Cerita Pasien Virus Corona yang Sudah Sembuh | Kampanye Bernie Sanders Diganggu Wanita Telanjang Dada

Internasional
Di Nevada, Wanita Bertelanjang Dada Ganggu Kampanye Bernie Sanders

Di Nevada, Wanita Bertelanjang Dada Ganggu Kampanye Bernie Sanders

Internasional
Hilang di AS, Cincin Wanita Ini Ditemukan di Finlandia 47 Tahun Kemudian

Hilang di AS, Cincin Wanita Ini Ditemukan di Finlandia 47 Tahun Kemudian

Internasional
Berencana Menyerang Masjid, Anggota Sayap Kanan di Jerman Ditangkap

Berencana Menyerang Masjid, Anggota Sayap Kanan di Jerman Ditangkap

Internasional
Geng Kriminal Curi Tisu Toilet di Tengah Wabah Virus Corona

Geng Kriminal Curi Tisu Toilet di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Internasional
14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Internasional
Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Internasional
40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Internasional
Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X