Relawan Penyelamat Remaja di Goa Disambut Bak Pahlawan di Daerahnya

Kompas.com - 11/07/2018, 23:16 WIB
Para relawan tim pemanjat sarang burung disambut meriah ketika kembali ke kampung halaman mereka di Koh Libong Rabu (11/7/2018). Mereka menjadi bagian dalam operasi penyelamatan tim sepak bola remaja yang terjebak sejak 23 Juni lalu.Bangkok Post/Assawin Pakkawan Para relawan tim pemanjat sarang burung disambut meriah ketika kembali ke kampung halaman mereka di Koh Libong Rabu (11/7/2018). Mereka menjadi bagian dalam operasi penyelamatan tim sepak bola remaja yang terjebak sejak 23 Juni lalu.

MAE SAI, KOMPAS.com - Setelah operasi penyelamatan terhadap tim sepak bola yang terjebak di Goa Tham Luang, Thailand, berhasil, para relawan membubarkan diri.

Dilansir Bangkok Post Rabu (11/7/2018), para relawan tersebut disambut bak pahlawan saat kembali ke daerahnya masing-masing.

Seperti yang terjadi pada 18 pemanjat sarang burung yang kembali ke kampung halaman mereka di Koh Libong distrik Kantang, Trang.

Baca juga: Thailand Rilis Foto Pertama Anggota Tim Bola Setelah Keluar dari Goa

Mereka disambut dengan spanduk bertuliskan " Pahlawan Libong" dan menerima pesta selamat datang serta hadiah.

Ke-18 pemanjat itu mengajukan diri pada 30 Juni, atau sepekan setelah tim sepak bola tersebut dinyatakan hilang (23/6/2018).

Dengan keahlian mereka, para pemanjat itu mencari celah untuk kemudian digali, dan dijadikan rute evakuasi 12 remaja dan pelatihnya tersebut.

Pemimpin tim, Alifin Tesnam berkata bahwa dia merasa kemampuan mereka bakal berguna untuk membantu misi penyelamatan itu.

"Kami bangga telah berpartisipasi dalam misi ini. Jujur saja, kami tidak berharap apapun sebagai imbalannya," tutur Tesnam.

Dia menuturkan, semua orang adalah pahlawan karena memiliki satu tujuan; mencari serta mengeluarkan tim Mu Pa tersebut.

Selain tim dari Libong, relawan lain yang pulang adalah penyelam berkebangsaan Denmark, Ivan Karadzic.

Dia sampai di Koh Tao di Surat Thani, dan mendapat sambutan hangat dari pejabat serta warga setempat.

Baca juga: Produser Film AS Berencana Angkat Kisah Penyelamatan Tim Bola di Goa

Saat itu, Karadzic tengah berlibur di Krabi ketika mendengar tim sepak bola remaja itu terjebak selama sembilan hari.

Penyelam berkebangsaan Denmark, Ivan Karadzic, mendapat bunga saat berada di Koh Tao di Surat Thani Rabu 911/7/2018). Dia menjadi bagian dari operasi gabungan internasional untuk menyelamatkan anggota tim sepak bola remaja yang terjebak di goa sejak 23 Juni.Bangkok Post/Supapong Chaolan Penyelam berkebangsaan Denmark, Ivan Karadzic, mendapat bunga saat berada di Koh Tao di Surat Thani Rabu 911/7/2018). Dia menjadi bagian dari operasi gabungan internasional untuk menyelamatkan anggota tim sepak bola remaja yang terjebak di goa sejak 23 Juni.

Setelah mengumpulkan peralatan selam, dia bergabung dengan tim penyelam internasional bersama dua rekannya, Dane Nikko dan Erik Brown, pada 2 Juli.

Sementara pasukan penerjun payung juga meninggalkan Chiang Rai menuju ke markas mereka di distrik Cha-am, Phetchaburi.

Kisah ke-12 remaja dan seorang pelatih yang terperangkap menjadi perhatian dunia, dan mengundang para relawan dari seluruh dunia untuk membantu.

Operasi untuk menyelamatkan 13 anggota Mu Pa itu pertama dilaksanakan pada Minggu (8/7/2018), dan sukses mengeluarkan empat remaja.

Kemudian dalam penyelamatan Senin (9/7/2018), mereka berhasil mengeluarkan empat lagi dengan puncaknya Rabu (10/7/2018), lima orang tersisa berhasil dikeluarkan.

Sayangnya, dalam operasi internasional itu, seorang relawan penyelam, Saman Kunan, tewas pada Jumat pekan lalu (6/7/2018).

Kunan yang merupakan eks anggota Angkatan Laut Thailand tewas karena diduga kekurangan oksigen ketika membantu tim sepak bola itu.

Baca juga: Wajah Penyelam Pahlawan yang Selamatkan Tim Sepak Bola Remaja dari Goa


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Hal yang Perlu Dilakukan bila Ketemu Sarang Tawon Vespa Affinis

Hal yang Perlu Dilakukan bila Ketemu Sarang Tawon Vespa Affinis

Megapolitan
Miliarder Michael Steinhardt Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual

Miliarder Michael Steinhardt Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual

Internasional
Selesai Diuji, LRT Jakarta Tunggu Sertifikat dari Kemenhub untuk Ajukan Izin Operasi

Selesai Diuji, LRT Jakarta Tunggu Sertifikat dari Kemenhub untuk Ajukan Izin Operasi

Megapolitan
Prabowo Singgung Tuduhan Kepadanya, Mulai dari Radikal hingga Zionis

Prabowo Singgung Tuduhan Kepadanya, Mulai dari Radikal hingga Zionis

Nasional
Hilang sejak Januari, Seorang Blogger Vietnam Ternyata Dipenjara di Hanoi

Hilang sejak Januari, Seorang Blogger Vietnam Ternyata Dipenjara di Hanoi

Internasional
KPU Batalkan Keikutsertaan Partai Berkarya di 2 Kabupaten, Ini Kata Priyo Budi

KPU Batalkan Keikutsertaan Partai Berkarya di 2 Kabupaten, Ini Kata Priyo Budi

Nasional
Tanya Alamat, Seorang Pria Ditodong Golok dan HP Dirampok Pedagang Asongan di Tanjung Duren

Tanya Alamat, Seorang Pria Ditodong Golok dan HP Dirampok Pedagang Asongan di Tanjung Duren

Megapolitan
Kisah Taufik, Bocah Disabilitas dari Lombok yang Jadi Pahlawan Warga Malaysia

Kisah Taufik, Bocah Disabilitas dari Lombok yang Jadi Pahlawan Warga Malaysia

Regional
7 Fakta Hasil Survei Litbang 'Kompas', Unggul di Wilayah Basis hingga Soal Militansi Pendukung

7 Fakta Hasil Survei Litbang "Kompas", Unggul di Wilayah Basis hingga Soal Militansi Pendukung

Regional
Tawon Vespa Affinis yang Tewaskan Warga Klaten Muncul di Jakarta, Ini Penjelasannya...

Tawon Vespa Affinis yang Tewaskan Warga Klaten Muncul di Jakarta, Ini Penjelasannya...

Megapolitan
Upaya RSJ dan KPU agar Pemilu bagi Pasien Gangguan Jiwa Bebas Intervensi

Upaya RSJ dan KPU agar Pemilu bagi Pasien Gangguan Jiwa Bebas Intervensi

Regional
Antisipasi Banjir di Bantul, Sri Sultan HB X Wacanakan Bangun Embung

Antisipasi Banjir di Bantul, Sri Sultan HB X Wacanakan Bangun Embung

Regional
MK Segera Gelar Uji Materi soal Surat Suara untuk Pemilih Pindah TPS

MK Segera Gelar Uji Materi soal Surat Suara untuk Pemilih Pindah TPS

Nasional
Mengaku Punya Penyakit, Romahurmuziy Minta Berobat di Luar KPK

Mengaku Punya Penyakit, Romahurmuziy Minta Berobat di Luar KPK

Nasional
Bakal Jadi 'Park and Ride' untuk Stasiun MRT, Begini Kondisi Lahan Jakarta Tourisindo

Bakal Jadi "Park and Ride" untuk Stasiun MRT, Begini Kondisi Lahan Jakarta Tourisindo

Megapolitan

Close Ads X