Ledakan di Gudang Penyimpanan Kembang Api di Meksiko, 19 Orang Tewas

Kompas.com - 06/07/2018, 06:06 WIB
Petugas kepolisian berjaga di sekitar lokasi ledakan gudang penyimpanan kembang api yang meratakan empat bangunan di kota Tultepec, Meksiko tengah, Kamis (5/7/2018). AFP / PEDRO PARDOPetugas kepolisian berjaga di sekitar lokasi ledakan gudang penyimpanan kembang api yang meratakan empat bangunan di kota Tultepec, Meksiko tengah, Kamis (5/7/2018).

TULTEPEC, KOMPAS.com - Setidaknya 19 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka akibat serangkaian ledakan yang terjadi di gudang penyimpanan kembang api di Meksiko tengah pada Kamis (5/7/2018).

Di antara korban meninggal tersebut termasuk empat petugas pemadam kebakaran, empat petugas polisi daerah dan seorang anggota kepolisian negara bagian.

Melansir dari AFP, insiden ledakan terjadi di kota Tultepec, yang dikenal sebagai pusat para seniman kembang api. Di kota itu juga tercatat telah terjadi beberapa kali kecelakaan kembang api yang menelan banyak korban jiwa.

Insiden pada Kamis (5/7/2018) kemarin bermula dari ledakan di sebuah gudang penyimpanan yang terjadi sekitar pukul 9.30 pagi waktu setempat.

Baca juga: 191 Orang Terluka akibat Kembang Api Tahun Baru di Filipina

Petugas kepolisian bersama dinas pemadam kebakaran segera tiba di lokasi ledakan di kawasan Xahuento yang berada di pinggiran kota.

Akibat serangkaian ledakan yang terjadi, setidaknya empat gudang penyimpanan telah rata dengan tanah, sebelum akhirnya api dapat dikendalikan. Demikian diberitakan surat kabar Reforma.

Gubernur Tultepec Alfredo del Mazo telah memerintahkan kepada departemen interior dan kesehatan negara untuk meninjau lokasi dan mengurus para korban dan keluarga mereka.

Kota Tultepec dikenal sebagai kota pembuat kembang api tradisional Meksiko yang digunakan dalam perayaan hari besar. Di kota itu telah berulang kali terjadi insiden ledakan.

"Penduduk di sini bersikeras melanjutkan profesi mereka sebagai pembuat kembang api karena merasa hal itu sudah menjadi bagian dari tradisi."

"Namun mereka tidak memperhatikan konsekuensi yang ditimbulkan. Hal ini sangat meresahkan karena rekan petugas kami akhirnya menjadi korban karena menyelamatkan mereka," kata salah seorang petugas penyelamat.

Pada Desember 2016, serangkaian ledakan di pasar kembang api terbesar di Tultepec, San Pablito telah menewaskan 42 orang dan melukai 70 lainnya.

Sekitar sepuluh tahun sebelumnya, dua kali ledakan juga sempat terjadi di pasar itu, yakni pada 2005 dan 2006. Puluhan orang terluka, namun tidak sampai timbul korban jiwa.

Baca juga: Pasangan Ini Kehilangan Segalanya karena Kembang Api Nyasar

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X