191 Orang Terluka akibat Kembang Api Tahun Baru di Filipina

Kompas.com - 02/01/2018, 13:21 WIB
Seorang anak yang menjadi korban kembang api digendong orangtuanya setelah mendapat penanganan di Pusat Medis Jose Reyes Memorial, Manila, 1 Januari 2018. Noel Celis / AFPSeorang anak yang menjadi korban kembang api digendong orangtuanya setelah mendapat penanganan di Pusat Medis Jose Reyes Memorial, Manila, 1 Januari 2018.
|
EditorAgni Vidya Perdana

MANILA, KOMPAS.com - Hampir 200 orang menjadi korban saat perayaan Tahun Baru tradisional di Filipina. Salah satu korban bahkan masih berusia 11 bulan, menjadikan pemerintah mempertimbangkan untuk melarang total penggunaan kembang api.

Disampaikan Menteri Kesehatan Fransisco Duque, pemerintah sebenarnya telah membatasi penggunaan kembang api melalui tata tertib yang ditandatangani pada Juni 2017.

Pembatasan itu dibuat demi mengendalikan pesta perayaan berdarah yang kerap menimbulkan korban luka bahkan meninggal dunia setiap tahunnya di Filipina.

Kementerian Kesehatan mencatat, perayaan Tahun Baru 2018 menimbulkan korban luka mencapai 191 orang. Jumlah tersebut sudah turun sekitar 77 persen dibandingkan rata-rata selama lima tahun terakhir.

Baca juga: Bus Peziarah Katolik Tabrakan di Filipina, 20 Orang Tewas

Kementerian mencatat telah ada penurunan, namun demikian pihaknya mempertimbangkan untuk dibuat larangan total agar ke depan tidak ada lagi korban.

"Meskipun masih ada korban luka, kami tetap merasa lebih senang karena jumlah korban akibat kembang api menurun," kata Duque kepada reporter dikutip dari SCMP, Selasa (2/1/2018).

"Tapi saya berpikir tujuan akhirnya dapat melarang total penggunaan kembang api," tambahnya.

Disampaikan Duque, para korban luka akibat kembang api tahun ini mayoritas disebabkan oleh kembang api berbentuk dan berukuran seperti korek api yang disebut "piccolo". Kembang api itu tergolong ilegal.

Perintah Presiden yang ditandatangani pada Juni memerintahkan kembang api hanya diperbolehkan di area yang diizinkan pemerintah daerah dan di bawah pengawasan oleh terlatih dan berlisensi.

Juru bicara kepresidenan, Harry Roque mengatakan pada Senin (1/1/2018), presiden tengah mempertimbangkan untuk pelarangan kembang api total secara nasional.

Baca juga: Dua Orang Tewas Akibat Insiden Salah Sasaran oleh Polisi Filipina

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber SCMP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X