Kompas.com - 20/06/2018, 17:31 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com - Sebuah studi melaporkan adanya pertumbuhan kepemilikan senjata api yang ada di seluruh dunia.

Dilansir The Guardian Selasa (19/6/2018), lembaga pengawas senjata Small Arms Survey melakukan penelitian terhadap 230 negara.

Penelitian mencakup seluruh jenis senjata api yang terdiri dari pistol, senapan, karabin, senapan serbu seperti AR-15, hingga senapan mesin ringan.

Baca juga: Anggota Polri Tak Bisa Sembarangan Bawa Senjata Api

Hasilnya, dilaporkan terdapat 1 miliar senjata di seluruh dunia, dan mengalami peningkatan sebesar 17 persen dibandingkan 10 tahun terakhir.

Dari 1 miliar itu, 85 persen atau 857 juta senjata dimiliki oleh rakyat sipil baik individu, perusahaan keamanan swasta, hingga anggota geng.

Kemudian dua persen atau 23 juta dipunyai oleh aparat penegak hukum negara. Sementara sisanya, yakni 133 juta, dimiliki militer.

Sebagai perbandingan pada 2007, terdapat 857 juta di seluruh dunia, dengan 650 juta di antaranya dipunyai kalangan sipil.

Adapun The Independent mewartakan, 40 persen dari total senjata itu, tepatnya 393 juta, dipunyai warga Amerika Serikat (AS).

Peneliti senior Small Arms Survey Aaron Karp berkata, sepanjang 2006-2017, rakyat AS memiliki 122 juta senjata baru dari total 207 juta.

Karp menjelaskan, jika dirata-rata, setiap 100 warga AS mempunyai 121 juta senjata api. Kemudian di posisi kedua Yaman (53 per 100 warga).

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.