Kompas.com - 20/06/2018, 17:31 WIB

Kemudian Montenegro dan Serbia mempunyai 39 senjata api per 100 warga, dan disusul Kanada dengan jumlah 35 per 100 warga.

Bagaimana Indonesia? Bersama Jepang dan Malawi, rata-rata kepemilikan senjata api di Tanah Air adalah satu per 100 warga.

Namun, jika yang dijadikan patokan adalah jumlah keseluruhan senjata, maka di posisi kedua setelah AS adalah India (71 juta), dan China (50 juta).

Dalam konferensi pers di markas besar PBB di New York, Karp menjelaskan setiap tahun, warga sipil AS membeli 14 juta senjata api baru.

Baca juga: Banyak Pemilik Senjata, Mengapa Swiss Tidak Ada Penembakan Massal?

Dia melihat hukum kepemilikan senjata yang lunak sebagai pelakunya. Banyak senjata yang dipunyai tidak teregistrasi.

"Mengapa mereka membeli, itu hal lain. Yang jelas, warga AS membeli karena mereka bisa. Hukum di sini sangat permisif," kata Karp.

Banyaknya senjata yang tak teregistrasi dikatakan Karp terjadi karena ada negara bagian yang hukumnya lunak untuk mendaftarkan senjata baru.

"Negara bagian yang terbilang ketat itu adalah New York dan Connecticut. Selain itu, ada tempat di mana Anda bisa datang, dan melenggang setelah membeli senjata," paparnya.

Karena banyaknya senjata api, 64 persen pembunuhan di AS pada 2016 menggunakan benda tersebut merunut majalah investigasi Mother Jones.

Mother Jones kembali melansir sejak 1982, dilaporkan terdapat 90 penembakan massal di mana korban tewasnya lebih dari tiga orang.

"Pemerintah harus tegas dalam hukum pendaftaran senjata maupun mengawasi peredarannya," kata pakar perdagangan senjata asal Inggris, Martin Drew.

Baca juga: Bawa Senapan Serbu dan 100 Amunisi ke Sekolah, Remaja Ini Ditangkap

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.