Proton Dibeli China, Mahathir Akan Buat Perusahaan Mobil Nasional Baru

Kompas.com - 11/06/2018, 13:23 WIB
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad di Konferensi Masa Depan Asia ke-24 di Tokyo, Jepang, Senin (11/6/2018). (AFP/Kazuhiro Nogi)
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad di Konferensi Masa Depan Asia ke-24 di Tokyo, Jepang, Senin (11/6/2018). (AFP/Kazuhiro Nogi)

TOKYO, KOMPAS.com - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menyatakan niatnya untuk mendirikan perusahaan mobil nasional yang baru, mengingat perusahaan asal China Zhejiang Geely Holdings telah membeli Proton.

Proton merupakan produsen mobil Malaysia yang dibentuk pada 1983 atas inisiatif dari Mahathir, saat menjabat sebagai perdana menteri kala itu.

"Mobil nasional harus dimiliki rakyat Malaysia. Perusahaan itu telah dijual ke perusahaan China, itu tidak lagi jadi mobil nasional," katanya di depan Konferensi Masa Depan Asia ke-24 di Tokyo, Jepang, Senin (11/6/2018).

Baca juga: Ingin Jauhi Pemodal China, Mahathir Bakal Rayu Investor Jepang

Dia mengatakan, ambisinya untuk meluncurkan mobil nasional lainnya akan berkolaborasi dengan mitra di Asia termasuk Thailand, Jepang, China, dan Korea Selatan.

"Saya yakin, kami punya kemampuan untuk menghasilkan mobil berkualitas baik yang dapat dijual ke seluruh dunia. Kami ingin akses ke pasar dunia," ucap pria berusia 92 tahun tersebut.

Pada kesepakatan tahun lalu di masa pemerintahan Najib Razak, Geely membeli 49,9 persen saham Proton yang sedang dilanda masalah.

Pembelian itu menandai dorongan pertama produsen mobil asal China ke Asia Tenggara.

Sementara, kedatangan Mahathir ke Jepang merupakan lawatan pertamanya sejak dia terpilih menjadi perdana menteri pada bulan lalu.

Mahathir akan menghabiskan waktu tiga hari di Jepang sekaligus untuk merayu investor agar tidak lagi tergantung pada investasi dari China.

Dia menerapkan kebijakan "Look East" untuk memperkuat hubungan dengan Asia Timur, terutama Jepang.

Baca juga: Ancam Tembak Mahathir Mohamad, Pria Malaysia Diciduk Polisi

Kebijakan ini juga dipandang sebagai tanda Malaysia mulai menjauhi dari China, yang memompa miliaran dollar ke pemerintahan era Najib Razak.

Pemerintah baru Malaysia mencurigai beberapa perusahaan China digunakan untuk menutupi skandal korupsi di perusahaan negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB).



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya


Close Ads X