Tiba di Singapura, Kim Jong Un "KW" Diinterogasi Petugas Imigrasi

Kompas.com - 08/06/2018, 13:18 WIB
Howard X, peniru Kim Jong Un asal Hongkong. AFP/ANTHONY WALLACEHoward X, peniru Kim Jong Un asal Hongkong.
|

SINGAPURA, KOMPAS.com - Seorang pria yang berwajah mirip pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Jumat (8/6/2018), mengklaim telah diinterogasi saat tiba di Singapura.

Dalam pemeriksaan, petugas keamanan Singapura meminta menjauh dari lokasi yang terkait pertemuan Kim Jong Un dan Presiden AS Donald Trump.

Pria asal Hong Kong yang dikenal dengan nama Howard X itu memang belakangan menjadi terkenal setelah penjadi peniru Kim Jong Un.

Dia muncul di Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang bersama seorang peniru Donald Trump.

Baca juga: Kim Jong Un Pertimbangkan Pakai Pesawat Negara Lain ke Singapura

Di Singapura, Kim Jong Un dan Donald Trump "KW" ini berencana menggelar pertemuan bersamaan dengan pembicaraan bersejarah pada Selasa (12/6/2018).

Namun, Howard mengatakan, saat tiba di Bandara Chango dia dihentikan petugas imigrasi dan diinterogasi selama 2 jam.

"Mereka memeriksa tas saya dan kemudian mengatakan bahwa ini adalah masa sensitif untuk berada di Singapura," ujar Howard.

"Saya juga diminta menjahi Pulau Sentosa dan Hotel Shangri-La di dalam kota," tambah dia lewat akun Facebook-nya.

Howard menambahkan, petugas imigrasi akhirnya mengizinkan dia masuk ke Singapura dan kini dia tengah bersiap untuk menyambut momen bersejarah itu.

Baca juga: Trump Bersedia Undang Kim Jong Un ke Gedung Putih

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wanita di China Lempar Anak Kucing karena Tak Dapat 'Refund' dari Toko Hewan

Wanita di China Lempar Anak Kucing karena Tak Dapat "Refund" dari Toko Hewan

Internasional
Bertemu Mahathir, Anwar Ibrahim Kembali Tegaskan akan Jadi PM Malaysia

Bertemu Mahathir, Anwar Ibrahim Kembali Tegaskan akan Jadi PM Malaysia

Internasional
Selamatkan Penumpang, Dokter Ini Isap 800 Ml Urine di Tengah Penerbangan

Selamatkan Penumpang, Dokter Ini Isap 800 Ml Urine di Tengah Penerbangan

Internasional
Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar atas Tuduhan Genosida Rohingya di Sidang PBB

Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar atas Tuduhan Genosida Rohingya di Sidang PBB

Internasional
Tolak Tawaran dari Perusahaan China, Tuvalu Mantap Mendukung Taiwan

Tolak Tawaran dari Perusahaan China, Tuvalu Mantap Mendukung Taiwan

Internasional
'Dibully' Teman Sekelas, Balasan Murid di Malaysia Bikin Kagum Netizen

"Dibully" Teman Sekelas, Balasan Murid di Malaysia Bikin Kagum Netizen

Internasional
Paduan Suara Muslim Thailand Lantunkan 'Doa Perdamaian' untuk Paus Fransiskus

Paduan Suara Muslim Thailand Lantunkan "Doa Perdamaian" untuk Paus Fransiskus

Internasional
Didakwa Korupsi, Perdana Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Didakwa Korupsi, Perdana Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Internasional
Terlalu Memperhatikan Anaknya, Ibu 17 Tahun Ini Ditembak Mati Tunangan

Terlalu Memperhatikan Anaknya, Ibu 17 Tahun Ini Ditembak Mati Tunangan

Internasional
Perdana Menteri Israel Didakwa Lakukan Korupsi

Perdana Menteri Israel Didakwa Lakukan Korupsi

Internasional
Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa Termuda Demonstrasi di Hong Kong

Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa Termuda Demonstrasi di Hong Kong

Internasional
Hanya Minta Uang Receh, Pengemis di Brasil Ditembak Mati

Hanya Minta Uang Receh, Pengemis di Brasil Ditembak Mati

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Israel Serang Iran di Suriah | Abu Sayyaf Sandera 3 Nelayan Indonesia

[POPULER INTERNASIONAL] Israel Serang Iran di Suriah | Abu Sayyaf Sandera 3 Nelayan Indonesia

Internasional
China Tuduh AS Berusaha 'Menghancurkan' Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

China Tuduh AS Berusaha "Menghancurkan" Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

Internasional
Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X