Kompas.com - 07/06/2018, 12:16 WIB
Bendera Amerika Serikat. ShutterstockBendera Amerika Serikat.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat menarik sejumlah diplomatnya dari China, menyusul kekhawatiran terkait penyakit misterius yang diderita diplomat AS di negara Asia lainnya dan Kuba.

Kemenlu AS menyatakan pada Rabu (6/6/2017), sejumlah individu dipulangkan ke AS untuk pemeriksaan kesehatan lebih lanjut.

Tim medis telah dikirim ke kota Guangzhou, China, setelah seorang karyawan diplomasi menderita gejala aneh seperti mendengar suara-suara aneh.

Baca juga: Terserang Penyakit Misterius, Diplomat Kanada di Kuba Dipulangkan

Ternyata, dia diketahui mengalami trauma otak pada bulan lalu. Hal tersebut memicu ketakutan kemungkinan negara rival AS itu telah mengembangkan perangkat gelombang mikro.

Gejala lain yang dialami sejumlah diplomat seperti pusing, sakit kepala, masalah kognitif, penglihatan, gangguan pendengaran, dan kesulitan tidur.

Otoritas menyebut, gejala yang diidap karyawan tersebut mirip dengan penyakit diplomat AS lainnya di Kuba pada tahun lalu.

"Pemeriksaan medis kepada setiap personel yang mengalami gejala tertentu atau yang ingin diperiksa masih berlangsung," kata juru bicara Kemenlu AS Heather Nauert dalam sebuah pernyataan.

"Petugas medis profesional AS akan terus melanjutkan mengerjakan evaluasi penuh untuk menentukan penyebab penyakit itu," imbuhnya.

Tahun lalu, sebanyak 24 diplomar AS dan anggota keluarga mereka di Kuba menjadi korban atas serangan penyakit misterius.

Baca juga: 27 Pekerja Fasilitas Rahasia di Rusia Terkena Penyakit Misterius

Mereka mengalami gejala trauma otak. Sementara itu, 10 diplomat asal Kanada dan keluarganya juga menderita penyakit serupa.

Pemerintah AS menyatakan, pemerintahan Kuba di masa lalu harus bertanggung jawab atas keselamatan diplomat AS. Namun, pemerintah Kuba menyangkal tuduhan tersebut.

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo membentuk satuan tugas khusus untuk menyelidiki penyakit misterius yang diderita diplomat AS di China dan Kuba.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X