Balas Kebijakan Trump, Meksiko Bakal Naikkan Tarif Impor Daging Babi

Kompas.com - 06/06/2018, 12:11 WIB
Daging babi merupakan salah satu komoditas ekspor utama Amerika Serikat ke China.Foto Blantyre Farms Daging babi merupakan salah satu komoditas ekspor utama Amerika Serikat ke China.

MEXICO CITY, KOMPAS.com - Meksiko akan menaikkan tarif impor daging babi bagian pundak dan kaki menjadi 10 persen. Tarif akan meningkat hingga mencapai 20 persen mulai 5 Juli 2018.

Diwartakan NBC News, Rabu (6/6/2018), juru bicara Kementerian Perekonomian Meksiko menyatakan, kenaikan tarif impor daging babi tersebut dilakukan untuk membalas kebijakan tarif impor aluminium dan baja dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Sementara itu, Biro Peternakan Iowa memperkirakan, peternak babi di AS akan kehilangan pendapatan hingga 100 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,3 triliun per tahun.

Baca juga: Presiden Venezuela Tuduh Portugal Sabotase Pengiriman Daging Babi

Meksiko merupakan pasar ekspor daging babi terbesar kedua AS. Negara itu mengimpor hampir 650.000 ton daging babi bagian kaki dan pundak babi pada tahun lalu.

Nilainya mencapai sekitar 1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 13,8 miliar.

Tarif baru impor akan berdampak pada kenaikan harga daging babi di Meksiko, sementara peternak babi AS akan mendapat keuntungan yang lebih rendah.

Sejak perang dagang memanas, harga daging babi mengalami penurunan di tingkat produsen.

Direktur Penelitian Biro Peternakan Iowa Dave Miller, menyatakan, peternak mendukung gagasan untuk negosiasi kembali perjanjian perdagangan.

"Ketika kami berbicara dengan petani, banyak dari mereka setuju dengan tujuan akhirnya, yaitu untuk menyeimbangkan tarif yang tampaknya tidak adil," ucapnya.

"Di sisi lain, kami juga lebih suka itu tidak dilakukan dalam perang berbasis tarif karena tidak akan ada yang menang," imbuhnya.

Menurut dia, jika tarif terus berlanjut, Meksiko mungkin mulai mengimpor babi dari Brasil atau Kanada.

Baca juga: Kebijakan Tarif Impor Baja Trump Tuai Beragam Kritik

Trump menepis kritik kebijakan tarif impornya dalam serangkaian unggahan Twitter. Dia menegaskan, pemberlakuan tarif untuk melindungi keamanan nasional dan lapangan kerja.

Sebelumnya, Trump resmi memberlakukan pajak impor baja sebesar 25 persen dan aluminium sebesar 10 persen.

Kebijakan tersebut menuai banyak kritik dari beragam pihak, termasuk kalangan analis, eksekutif, dan politisi.

Mereka mencemaskan dampaknya yang sangat luas terhadap industri, namun kebijakan itu justru menguntungkan produsen baja dan alumunium dalam negeri AS.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya


Close Ads X