Kim Jong Un: Pertemuan dengan Trump Peluang Akhiri Konfrontasi

Kompas.com - 27/05/2018, 21:07 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae In di kawasan demiliterisasi Panmunjom pada Sabtu (26/5/2018). Twitter/Cheong Wa DaePemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae In di kawasan demiliterisasi Panmunjom pada Sabtu (26/5/2018).

SEOUL, KOMPAS.com - Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un meyakini, jika terlaksana, pertemuannya dengan Presiden AS Donald Trump akan menjadi peluang penting untuk mengakhiri konfrontasi selama beberapa dekade terakhir.

Hal tersebut disampaikan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in yang telah kembali bertemu dengan Kim di desa perbatasan Panmunjom, Sabtu (26/5/2018) kemarin.

"Ketua Kim menyampaikan keinginannya untuk mengakhiri sejarah peperangan dan konfrontasi dengan keberhasilan KTT dengan AS dan bekerja sama demi perdamaian dan kemakmuran," kata Moon kepada wartawan, Minggu (27/5/2018).

Baca juga: Kim Jong Un Kembali Bertemu Presiden Korsel di Panmunjom

Pada kesempatan pertemuan Sabtu kemarin, kedua pemimpin negara Korea juga sepakat untuk lebih sering bertemu dan berbicara secara pribadi jika memang diperlukan.

Pertemuan kali kedua yang dilakukan Kim dan Moon tersebut berlangsung selama sekitar dua jam.

Presiden Moon menyampaikan pesan agar Washington dan Pyongyang dapat menghapus kesalahpahaman melalui komunikasi langsung dan melakukan dialog awal membahas agenda yang akan disepakati dalam pertemuan puncak.

"Ketua Kim telah menyetujuinya," kata Presiden Moon, dilansir AFP.

Moon menambahkan, dalam pertemuan pada Sabtu, rezim Korea Utara juga telah menegaskan kembali komitmennya untuk menyerahkan persenjataan nuklirnya.

Namun Pyongyang masih ragu karena mempertimbangkan masalah keamanan Korea Utara.

"Kim menegaskan kembali tekad mereka untuk melakukan denuklirisasi secara lengkap," kata Moon.

"Hal yang membuatnya tidak yakin bukan tentang denuklirisasi melainkan kekhawatiran apakah AS dapat dpercaya dan akan mengakhiri kebijakan permusuhan mereka serta menjamin rezimnya saat Korea Utara melakukan denuklirisasi," lanjut Moon menerangkan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Internasional
'Rencana Perdamaian' Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

"Rencana Perdamaian" Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

Internasional
Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Internasional
Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Internasional
Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Internasional
12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

Internasional
Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Internasional
Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Internasional
Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Internasional
Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Internasional
Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Internasional
Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Internasional
Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X