Kompas.com - 24/05/2018, 03:48 WIB

SINGAPURA, KOMPAS.com - Seorang perempuan berusia 24 tahun harus membayar 4.000 dollar Singapura atau sekitar Rp 42,2 juta karena berupaya menyelundupkan seekor sugar glider atau oposum layang.

Agri-Food & Veterinary Authority (AVA) Singapura pada Rabu (23/5/2018) menjatuhkan denda tersebut kepada Nur Syahirah Hussein.

Nur tertangkap di Woodlands Checkpoint pada Februari lalu. Saat memasuki pemeriksaan imigrasi, seekor bayi sugar glider yang masih hidup ditemukan di kantong kecil.

Baca juga: 2 Wanita di Singapura Ditipu Rp 15 Juta demi 9 Botol Air Suci

Selain harus membayar biaya impor hewan tanpa lisensi yang valid itu, Nur juga menghadapi tuduhan perlakuan tidak baik terhadap hewan tersebut.

Dia dituduh gagal untuk memastikan hewan kecil itu tidak mengalami penderitaan selama dibawa dalam kantong.

"Kasus semacam ini dapat berdampak pada keanekaragaman hayati lokal jika hewan tersebut secara tidak sengaja dilepaskan," tulis pernyataan AVA.

"Lebih penting lagi, hewan eksotis bisa membawa penyakin yang tidak diinginkan ke Singapura, sehingga dapat mengancam hewan lokal dan kesehatan masyarakat," imbuhnya.

Sugar glider tidak diizinkan sebagai hewan peliharaan yang bisa diimpor.

Hewan omnivora ini merupakan satwa liar sehingga tidak diperbolehkan untuk dipelihara dan tidak dijual di Singapura.

Baca juga: Lagi, Singapura Garap Jalur MRT Baru

AVA mengingatkan kepada wisatawan untuk tidak membawa hewan hidup, seperti burung dan serangga secara ilegal.

Siapa saja yang dinyatakan bersalah melanggar larangan tersebut bakal dikenai denda hingga 10.000 dollar Singapura atau 105,6 juta, dan dijatuhi hukuman penjara hingga satu tahun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.