2 Wanita di Singapura Ditipu Rp 15 Juta demi 9 Botol "Air Suci" - Kompas.com

2 Wanita di Singapura Ditipu Rp 15 Juta demi 9 Botol "Air Suci"

Kompas.com - 17/05/2018, 21:59 WIB
Ilustrasi Wanita Minum Air.Pixabay/mohamed_hassan Ilustrasi Wanita Minum Air.

SINGAPURA, KOMPAS.com - Dua orang perempuan di Singapura melaporkan telah menjadi korban penipuan kepada polisi setempat.

Oddity Central mewartakan Kamis (17/5/2018), keduanya ditipu seorang pria yang telah menjual sembilan botol yang diklaim berisi air suci.

Air tersebut, kata si penjual, bisa menyembuhkan segala kesialan yang mereka terima, dan mengatasi berbagai permasalahan.

Yang dan adiknya, mengaku seharusnya mereka berpikir dua kali ketika merogoh kocek hingga 1.450 dolar Singapura, atau Rp 15,1 juta, untuk membeli air tersebut.

Baca juga: Kejari Jakarta Barat Tangkap Terpidana Kasus Penipuan yang Buron

Kepada harian Lianhe Wanbao, awalnya adik Yang berkata kalau ada pedagang diduga berasal dari Indonesia yang mengaku punya obat ajaib untuk mengatasi masalah.

Saat itu, kesulitan finsnsial tengah membelit Yang dan keluarganya. Sebab, perempuan 30 tahun itu dan suaminya sama-sama tidak bekerja.

Ketika Yang diajak adiknya melihat pedagang itu, dia kemudian terbuai dengan segala perkataan manisnya bahwa air suci itu sanggup mengubah peruntungan keluarga Yang.

Saat itu, Yang memikirkan kedua anaknya yang tinggal bersama keluarga angkat. "Saya berharap, kekuatan air itu bisa membuat mereka kembali pulang," katanya.

Pedagang tersebut mengklaim dirinya sebagai guru spiritual, dan berkata "air suci" itu bisa memberi keberuntungan.

Singkat kata, mereka membeli sembilan botol seharga 1.450 dolar Singapura. Sang "guru spiritual" meminta mereka menyesap sesendok air itu setiap hari.

Sisanya kemudian disiramkan ke tubuh mereka. Yang dan adiknya sadar menjadi korban penipuan setelah mereka merasa nasib mereka tidak berubah.

Mereka kemudian kembali ke pedagang itu, dan meminta agar dia mengembalikan uangnya. Si pedagang menolak. Malah dia mendesak keduanya agar membeli air itu lagi.

Ketika Yang menolak dan mengancam bakal melapor ke polisi, si pedagang berkata dia akan mengutuk anak Yang jika tidak diberikan uang.

Yang dan adiknya tidak terpengaruh, dan tetap melapor ke polisi. "Saya berharap melalui kisah saya, warga yang lain bisa lebih berhati-hati," katanya.

Adapun untuk si pedagang berhasil lolos. Yang berujar tidak ciri lain. Dia hanya ingat dia berusia sekitar 50 tahun.

Baca juga: Merasa Ditipu, Pembeli Serbu Kantor Pengembang Properti di Surabaya


Komentar
Close Ads X