Kompas.com - 06/05/2018, 19:17 WIB

MOSKWA, KOMPAS.com - Pemimpin oposisi Rusia, Alexei Navalny yang sempat ditahan selama aksi demonstrasi pada Sabtu (5/5/2018), telah dibebaskan. Namun Navalny akan menjalani persidangan pada pekan depan.

Politisi berusia 41 tahun itu ditahan tak lama setelah dia tiba dalam aksi yang digelar di Lapangan Pushkin.

Navalny mengajak kepada rakyat Rusia yang tidak setuju dengan hasil pemilu presiden lalu untuk turun ke jalan.

Para peserta aksi tersebut menyerukan slogan "Dia Bukan Tsar Kami", yang mengacu pada protes terhadap kekuasaan absolut yang dipegang Vladimir Putin.

Baca juga : Jelang Pelantikan Putin, Polisi Rusia Tangkap 350 Demonstran

Tsar merupakan gelar yang digunakan oleh seorang raja atau penguasa tertinggi di Eropa Timur.

Aksi demonstrasi tersebut dilakukan menjelang dilangsungkannya upacara pelantikan Putin sebagai presiden Rusia untuk masa jabatan keempat.

Menurut pengawas independen, OVD-Info, hampir 1.600 orang yang terlibat dalam aksi unjuk rasa di 27 kota di seluruh Rusia telah ditahan, termasuk Navalny.

Namun pemimpin oposisi yang sempat dilarang untuk maju dalam pemilu presiden Rusia itu langsung dibebaskan setelah tengah malam.

"Sepertinya mereka menerima perintah 'Jangan menempatkannya di balik jeruji sebelum pelantikan'," kata Navalny di akun Twitter-nya, mengacu pada pemerintah Moskwa.

Navalny menambahkan, dirinya dituduh telah mengorganisir aksi perkumpulan yang tidak didukung dan melawan petugas polisi.

Baca juga : AS Kirim Armada Angkatan Laut di Atlantik untuk Bendung Rusia

Pengacara Navalny, Veronika Polyakova, mengatakan kepada AFP, Minggu (6/5/2018), pengadilan Moskwa akan bersidang untuk mendengarkan kasusnya pada Jumat pekan depan.

Persidangan akan dilakukan setelah upacara pengambilan sumpah Presiden Putin yang bakal dilangsungkan pada Senin (7/5/2018).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.