Kompas.com - 04/04/2018, 19:08 WIB
Pengungsi Rohingya mengumpulkan air di kamp pengungsi Thankhali di distrik Ukhia, di Bangladesh pada 24 Januari 2018. (AFP/Munir Uz Zaman) Pengungsi Rohingya mengumpulkan air di kamp pengungsi Thankhali di distrik Ukhia, di Bangladesh pada 24 Januari 2018. (AFP/Munir Uz Zaman)

DHAKA, KOMPAS.com - Salah satu menteri Myanmar dijadwalkan melakukan kunjungan ke kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh.

Kunjungan tersebut akan menjadi kali pertama dilakukan sejak sekitar 700.000 warga etnis minoritas itu melarikan diri dari kampung halaman mereka di Rakhine.

Disampaikan Kementerian Luar Negeri Bangladesh, Menteri Permukiman, Kesejahteraan dan Bantuan Sosial Myanmar, Win Myat Aye, akan bertemu langsung dengan para pengungsi Rohingya di kamp-kamp pengungsian yang padat di wilayah perbatasan kedua negara.

"Kunjungan diijadwalkan pada tanggal 11 dan 12 April mendatang, tapi untuk rincian programnya belum ditetapkan," kata Direktur Jenderal Kementerian Luar Negeri Bangladesh, Tareque Muhammad, Rabu (4/4/2018).

Baca juga: Myanmar Mulai Bahas Pemulangan Pengungsi Rohingya dengan PBB

Menteri Win Myat Aye adalah wakil kepala satuan tugas pimpinan Aung San Suu Kyi yang mengurusi krisis di negara bagian Rakhine. Dia juga merupakan pejabat tinggi Myanmar yang mengawasi kesepakatan dengan Bangladesh dalam pemulangan kembali 750.000 warga Rohingya.

Terkait rencana kunjungan tersebut, pemimpin komunitas pengungsi Rohingya menyatakan siap menyambut kedatangan menteri dan akan menggunakan kesempatan itu untuk menyampaikan secara langsung kekhawatiran mereka tentang upa pemulangan pengungsi ke Myanmar.

"Tentu kami sangat menantikan saat bisa bertatap muka langsung dengan menteri," kata salah satu pimpinan pengungsi Rohingya, Mohibullah kepada AFP.

Para pengungsi Rohingya mengaku menolak peluang untuk dapat pulang ke kampung halaman mereka di Rakhine. Banyak di antara mereka masih takut akan kembali terjadinya penganiayaan dari tentara Myanmar.

Sebelum dipulangkan, mereka menuntut kepada pemerintah Myanmar, pengakuan sebagai etnis minoritas, akses terhadap kesehatan dan pendidikan, serta jaminan agar mereka dapat kembali ke desa asal leluhur mereka daripada ditempatkan di kamp permukiman di Rakhine.

Baca juga: Myanmar Hanya Izinkan 374 Pengungsi Rohingya untuk Dipulangkan

Rencana pemulangan para pengungsi Rohingya seharusnya telah mulai dilaksanakan pada akhir Januari lalu. Namun rencana ditunda hingga persiapan kedua negara selesai.

Namun dari 8.000 lebih dokumen pengungsi yang diserahkan oleh pemerintah Bangladesh kepada Myanmar, hanya kurang dari 400 pengungsi yang dinyatakan lolos verifikasi dan berhak untuk kembali ke Rakhine.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X