Kompas.com - 23/03/2018, 08:17 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) memperlihatkan grafik penjualan peralatan pertahanan dengan Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman di Oval Office, Gedung Putih, Selasa (20/3/2018). (AFP/Mandel Ngan) Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) memperlihatkan grafik penjualan peralatan pertahanan dengan Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman di Oval Office, Gedung Putih, Selasa (20/3/2018). (AFP/Mandel Ngan)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pemerintah Amerika Serikat menyetujui kesepakatan penjualan persenjataan militer senilai lebih dari 1 miliar dollar AS atau Rp 13,7 triliun kepada Arab Saudi.

Seperti diketahui, Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman sedang berada di AS dalam kunjungan selama tiga pekan. Dia juga telah bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih.

Kementerian Luar Negeri AS menyatakan kepada Kongres pada Kamis (22/3/2018), pemerintahan administrasi Trump telah menyetujui penjualan tersebut.

Namun, anggota parlemen masih memiliki waktu 30 hari untuk bisa menghentikan penjualan tersebut.

Baca juga : Putra Mahkota Saudi: Kami adalah Sekutu Tertua AS di Timur Tengah

Paket penjualan ke Saudi itu mencakup 6.600 rudal anti-tank TOW 2B buatan perusahaan raksasa AS Raytheon, pemeliharaan dan suku cadang tank, helikopter, kendaraan tempur Bradley, kendaraan lapis baja LAV dan peralatan lainnya.

Khusus untuk rudal anti-tank, nilainya mencapai 670 juta dollar AS atau Rp 9,2 triliun. Sementara, kontrak nilai untuk pemeliharaan helikopter mencapai 106 juta dollar AS atau Rp 1,4 triliun, dan 300 juta dollar AS atau Rp 4,1 triliun untuk pengadaan suku cadang kendaraan darat.

"Penjualan yang diusulkan ini akan mendukung kebijakan luar negeri AS dan tujuan kemanan nasional dengan meningkatkan keaamanan negara yang telah ada, dan terus berlanjut," kata Kemenhan AS dalam sebuah pernyataan.

"Sebuah kekuatan yang penting untuk stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi di Timur Tengah," tambahnya.

Baca juga : Putra Mahkota Saudi Dapat Sambutan Hangat dari Trump di Gedung Putih

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Jim Mattis menyatakan Saudi merupakan bagian solusi dari konflik di Yaman, di mana Saudi memimpin operasi militer yang didukung AS terhadap pemberontak Houthi.

Pemerintahan negara Barat mendapat tekanan untuk menghentikan atau membatasi penjualan senjata ke Arab Saudi karena digunakan untuk berperang di Yaman, yang juga menewaskan warga sipil.

Tapi AS, Perancis, dan Inggris terus mengejar kesepakatan yang menguntungkan untuk menjual dan memelihara peralatan militer di gudang milik Saudi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X