"Keluar dari Mahkamah Kriminal Internasional, Akhir bagi Duterte"

Kompas.com - 18/03/2018, 14:46 WIB
Presiden terpilih Filipina Rodrigo Duterte berpidato dalam acara pelantikan Kepala Polisi Nasional Filipina Ronald Dela Rosa, di Camp Crame, Manila, Jumat (1 Juli 2016). Rodrigo menjadi Presiden Ke-16 Filipina setelah unggul dari 4 kandidat lainnya.AFP PHOTO / NOEL CELIS Presiden terpilih Filipina Rodrigo Duterte berpidato dalam acara pelantikan Kepala Polisi Nasional Filipina Ronald Dela Rosa, di Camp Crame, Manila, Jumat (1 Juli 2016). Rodrigo menjadi Presiden Ke-16 Filipina setelah unggul dari 4 kandidat lainnya.

MANILA, KOMPAS.com - Keputusan Presiden Filipina Rodrigo Duterte untuk keluar dari Mahkamah Kriminal Internasional ( ICC) menuai reaksi keras.

Salah satunya datang dari Senator Leila De Lima. Diwartakan Rappler Sabtu (17/3/2018), Lima menyanggah pernyataan Juru Bicara Kepresidenan, Harry Roque.

Roque Kamis (15/3/2018) berujar, keputusan Filipina menarik diri dari ICC bakal menjadi akhir bagi mahkamah yang berkantor di Den Haag, Belanda itu.

"Tidak Tuan Roque. Justru, keputusan Duterte menarik diri dari ICC bakal menjadi akhir bagi dirinya sendiri," kata De Lima dalam rilis kepada media.

Senator perempuan berusia 58 tahun itu melanjutkan, dia juga tidak yakin dengan klaim Roque bahwa negara lain bakal mengikuti jejak Filipina keluar dari ICC.

Baca juga : Duterte Umumkan Filipina Keluar dari Mahkamah Kriminal Internasional

"Mungkin saja, yang berpikir keluar adalah negara yang tengah berada dalam radar investigasi ICC," sindir De Lima.

Dia mencontohkan Burundi, negara yang memutuskan menarik diri dari Statuta Roma, cikal bakal berdirinya ICC, pada Oktober 2017.

"Tuan Roque, coba cari di internet soal Burundi. Anda akan menemukan fakta tentang negara yang sangat Anda banggakan itu," tutur De Lima.

Menurut organisasi Humah Rights Watch, Burundi masuk dalam daftar ICC berkaitan dengan dugaan kasus pelecehan, pemerkosaan, hingga pembunuhan.

Sementara itu, Duterte dalam pidatonya di hadapan lulusan Akademi Militer Filipina kembali menyatakan niatnya untuk mempengaruhi negara lain agar keluar dari ICC.

"Saya bakal meyakinkan negara lain untuk keluar. Dokumen itu semata-mata perjanjian yang dibuat oleh Uni Eropa," kritik Duterte dilansir dari AFP.

Keputusan Duterte untuk keluar terjadi setelah ICC mengumumkan bakal melaksanakan penyelidikan awal atas dugaan Duterte melakukan pelanggaran HAM.

Sebab, kebijakan The Punisher, julukan Duterte, untuk memerangi narkoba berujung kepada banyaknya pembunuhan ekstrayudisial di Filipina.

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Malaysia Gagalkan Penyelundupan 5.000 Ekor Kura-kura

Malaysia Gagalkan Penyelundupan 5.000 Ekor Kura-kura

Internasional
Kini Toilet Masuk Kurikulum Pendidikan Kader Partai Komunis China

Kini Toilet Masuk Kurikulum Pendidikan Kader Partai Komunis China

Internasional
Antar Makan Siang ke Teman, Wanita Ini Meloncat dari Ketinggian 300 Meter

Antar Makan Siang ke Teman, Wanita Ini Meloncat dari Ketinggian 300 Meter

Internasional
Diburu ISIS dan Kepalanya Dihargai Rp 14 Miliar, Siapakah Joanna Palani?

Diburu ISIS dan Kepalanya Dihargai Rp 14 Miliar, Siapakah Joanna Palani?

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Kisah Penerbangan Helikopter untuk Kali Pertama

Hari Ini dalam Sejarah: Kisah Penerbangan Helikopter untuk Kali Pertama

Internasional
Presiden Iran: Kami Tidak Berniat Mempermalukan AS

Presiden Iran: Kami Tidak Berniat Mempermalukan AS

Internasional
Hendak Masuk AS, Ayah dan Bayinya Tewas Tenggelam di Sungai Meksiko

Hendak Masuk AS, Ayah dan Bayinya Tewas Tenggelam di Sungai Meksiko

Internasional
Rusia Pamerkan Drone Baru Mirip Burung Hantu Harry Potter

Rusia Pamerkan Drone Baru Mirip Burung Hantu Harry Potter

Internasional
Trump: Iran Bakal Lenyap jika Serang Orang Amerika

Trump: Iran Bakal Lenyap jika Serang Orang Amerika

Internasional
Trauma Diejek Ibunya Tidak Cantik, Wanita Ini Habis Rp 3 Miliar untuk Operasi Plastik

Trauma Diejek Ibunya Tidak Cantik, Wanita Ini Habis Rp 3 Miliar untuk Operasi Plastik

Internasional
Biaya Pernikahan Tinggi Bikin Warga Desa di China Jatuh Miskin

Biaya Pernikahan Tinggi Bikin Warga Desa di China Jatuh Miskin

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Misi Pengiriman Makanan dan Sebab Berdirinya Tembok Berlin

Hari Ini dalam Sejarah: Misi Pengiriman Makanan dan Sebab Berdirinya Tembok Berlin

Internasional
Dituduh Danai Rencana Penggulingan Pemerintahan Mesir, 8 Orang Ditahan

Dituduh Danai Rencana Penggulingan Pemerintahan Mesir, 8 Orang Ditahan

Internasional
Warga Negara-negara Arab Mengaku Semakin Tidak Relijius

Warga Negara-negara Arab Mengaku Semakin Tidak Relijius

Internasional
Pemimpin ISIS Cabang Yaman Dibekuk Pasukan Khusus Arab Saudi

Pemimpin ISIS Cabang Yaman Dibekuk Pasukan Khusus Arab Saudi

Internasional

Close Ads X