Hari Perempuan Sedunia, Koran Perancis Ini Tarik Biaya Lebih ke Pembaca Pria

Kompas.com - 08/03/2018, 19:05 WIB
Seorang perempuan Perancis memegang dua versi koran Liberation yang diterbitkan khusus untuk Hari Perempuan Sedunia, Kamis (8/3/2018).STEPHANE DE SAKUTIN/AFP Seorang perempuan Perancis memegang dua versi koran Liberation yang diterbitkan khusus untuk Hari Perempuan Sedunia, Kamis (8/3/2018).

PARIS, KOMPAS.com - Sebuah koran sayap kiri yang ada di Perancis dilaporkan melakukan hal unik saat perayaan Hari Perempuan Sedunia.

Diwartakan kantor berita AFP Kamis (8/3/2018), Liberation menerbitkan surat kabar dengan dua versi halaman pembuka, perempuan dan pria.

Pada halaman pembuka perempuan, biaya membeli koran yang didirikan pada Juli 1973 tersebut sebesar dua euro, atau sekitar Rp 34.000, yang merupakan harga normal.

Namun, di versi dengan halaman laki-laki, harganya mengalami kenaikan 25 persen, atau 2,50 euro, sekitar Rp 42.700.


Dalam halaman terbuka Liberation, tertulis bahwa perempuan dibayar lebih rendah dari pria meski aturan kesetaraan gaji telah diperkenalkan di Perancis sejak 1972.

Baca juga : Bisnis Koran Suram, Raksasa Media Singapura PHK Ratusan Karyawan

Dalam laporan dari sebuah organisasi pengawas kesetaraan gender per 2017, tercatat perempuan menerima rata-rata upah 25,7 persen lebih sedikit dibanding pria.

"Menganggap masalah ini sangat serius, kami memutuskan untuk menaikkan harga jual 50 sen kepada pembaca pria," kata Liberation.

Nantinya, dana dari hasil penjualan oplah koran bakal disalurkan ke organisasi non-pemerintah bernama Observasi Kesetaraan.

AFP melansir, Liberation mengaku terinspirasi dari majalah Kanada, Maclean's, yang juga menaikkan harga penjualan untuk edisi Maret.

Alasannya, Maclean's ingin menutupi kesenjangan gaji antara yang diterima pegawai perempuan, dengan karyawan laki-laki.

Sementara itu, Perdana Menteri Edouard Philippe mengumumkan rencana untuk memperketat pengawasan terhadap perusahaan yang menggaji rendah karyawan perempuan.

Melalui paket kebijakan baru yang bakal dirampungkan April, Philippe bakal memperkenalkan piranti lunak yang bisa memindai adanya kesenjangan gaji.

"Rencananya pada 2019, piranti tersebut bakal diterapkan di perusahaan yang mempunyai lebih dari 250 karyawan," kata Philippe.

Adapun bagi perusahaan yang mempunyai pegawai lebih dari 50 orang, piranti itu harus disosialisasikan pada 2022 mendatang.

Perusahaan dengan kesenjangan gaji yang "keterlaluan" mempunyai waktu tiga tahun untuk segera mencari solusinya.

"Jika tidak bisa, maka mereka bakal didenda berupa kenaikan satu persen dari pajak penghasilan yang harus mereka bayarkan per karyawan," ujar Philippe.

Baca juga : Kesulitan Dana, Koran Khusus Anak-anak di Australia Nyaris Mati



Terkini Lainnya

Slovenia Buka Pendaftaran sebagai Mata-mata

Slovenia Buka Pendaftaran sebagai Mata-mata

Internasional
Iran Tak Bakal Bernegosiasi dengan Trump, kecuali...

Iran Tak Bakal Bernegosiasi dengan Trump, kecuali...

Internasional
Istana Filipina: Dirumorkan Masuk Rumah Sakit, Duterte Tertawa

Istana Filipina: Dirumorkan Masuk Rumah Sakit, Duterte Tertawa

Internasional
Fakta Unik Pilot Pionir Charles Lindbergh, Aksi Akrobat hingga Bayinya Diculik

Fakta Unik Pilot Pionir Charles Lindbergh, Aksi Akrobat hingga Bayinya Diculik

Internasional
Mahathir: Saya Ucapkan Selamat kepada Bapak Jokowi atas Kemenangan sebagai Presiden Republik Indonesia

Mahathir: Saya Ucapkan Selamat kepada Bapak Jokowi atas Kemenangan sebagai Presiden Republik Indonesia

Internasional
Setelah Capai Puncak, Pemanjat Menara Eiffel Ditangkap 6 Jam Kemudian

Setelah Capai Puncak, Pemanjat Menara Eiffel Ditangkap 6 Jam Kemudian

Internasional
Bayar Orang untuk Serang Kekasih Ratu Kecantikan, Pengusaha Singapura Dibui

Bayar Orang untuk Serang Kekasih Ratu Kecantikan, Pengusaha Singapura Dibui

Internasional
Kalah Pemilu, Partai Buruh Australia Langsung Suksesi Kepemimpinan

Kalah Pemilu, Partai Buruh Australia Langsung Suksesi Kepemimpinan

Internasional
Usai Diperkosa Beramai-ramai, Perempuan Ini Disiram Cairan Asam

Usai Diperkosa Beramai-ramai, Perempuan Ini Disiram Cairan Asam

Internasional
Saat Kampanye, Pidato Trump Berulang Kali Dihentikan Fans yang Pingsan

Saat Kampanye, Pidato Trump Berulang Kali Dihentikan Fans yang Pingsan

Internasional
Saudi Klaim Pemberontak Houthi Kirim Misil ke Mekah

Saudi Klaim Pemberontak Houthi Kirim Misil ke Mekah

Internasional
Seorang Bayi Berusia Sehari Tertinggal di Dalam Taksi

Seorang Bayi Berusia Sehari Tertinggal di Dalam Taksi

Internasional
Filipina Berencana Kembali Larang Warganya Bekerja di Kuwait

Filipina Berencana Kembali Larang Warganya Bekerja di Kuwait

Internasional
Murid SMP Sajikan Crepes Campur Air Kencing dan Sperma ke Gurunya

Murid SMP Sajikan Crepes Campur Air Kencing dan Sperma ke Gurunya

Internasional
Pendiri Huawei: AS Meremehkan Kekuatan Kami

Pendiri Huawei: AS Meremehkan Kekuatan Kami

Internasional

Close Ads X