Waspada Serangan ISIS, Militer Filipina Perketat Pengawasan di Kota Besar

Kompas.com - 07/03/2018, 15:40 WIB
Foto dokumen menampilkan pasukan keamanan Filipina. Otoritas keamanan Filipina kini tengah mengetatkan pengawasan di kota-kota besar terkait laporan rencana serangan kelompok militan. AFP/ARAB NEWSFoto dokumen menampilkan pasukan keamanan Filipina. Otoritas keamanan Filipina kini tengah mengetatkan pengawasan di kota-kota besar terkait laporan rencana serangan kelompok militan.

MANILA, KOMPAS.com - Pasukan keamanan Filipina meningkatkan pengawasan di kota-kota besar, termasuk Manila, pasca-laporan adanya kelompok militan pro- ISIS yang merencanakan serangan seperti di Marawi tahun lalu.

Disampaikan juru bicara militer Filipina, pada Selasa (6/3/2018), kelompok-kelompok tersebut merupakan milisi Maute yang terinspirasi ISIS dan ada di belakang pengepungan kota Marawi.

Meskipun militer berhasil mendesak dan mengusir militan ISIS dan merebut kembali Marawi setelah pertempuran selama lima bulan, ancaman diakui masih tersisa.

Baca juga: Polisi Filipina Tangkap Anggota ISIS yang Terlibat Perang di Marawi

Juru bicara Angkatan Bersenjata Filipina, Brigjen Bienvenido Datuin mengatakan, masih ada kemungkinan peningkatan aktivitas teroris di pulau Mindanao di selatan Filipina.

"Setiap laporan tentang aktivitas kelompok militan di negara ini dianggap sangat serius."

"Pantauan berkesinambungan telah dilakukan oleh penjaga pantai, angkatan bersenjata, dan kepolisian nasional Filipina. Kami juga bekerja sama dengan negara-negara lain, melakukan pantauan udara dan wilayah pesisir secara terur menerus," kata Datuin.

Militer Filipina menerima laporan adanya sisa-sisa kelompok Maute-ISIS yang melarikan diri dari pertempuran di Marawi, kini tengah mengumpulkan, merekrut dan melatih kembali anggota.

Kepala Angkatan Darat Filipina, Letnan Jenderal Rolando Bautista sebelumnya telah menyampaikan, para anggota militan yang lolos dari Marawi telah membawa lari hasil jarahan dari rumah warga, yang diyakini digunakan untuk merekrut anggota dan menyiapkan rencana penyerangan.

"Saat ada perekrutan berarti ada kemungkinan mereka akan mengepung kota lain, belum tentu kembali ke Marawi," kata Bautistaa dilansir Arab News.

Baca juga: Duterte Berniat Kirim Militer Filipina Berlatih ke China

Sebelumnya, otoritas Filipina juga telah menangkap sisa-sisa anggota Maute-ISIS. Akhir pekan lalu, mereka menangkap Abdul Nasser Lomondot, yang diyakini merupakan seorang pemimpin kelompok Maute yang terlibat dalam perencanaan pengepungan Marawi.

Februari lalu, pihak berwenang juga telah menangkap Fehmi Lassoued, warga negara Mesir yang diyakini sebagai anggota dewan ISIS.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Arab News
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wabah Virus Corona: Jerman Umumkan Penularan Antar-manusia Pertama

Wabah Virus Corona: Jerman Umumkan Penularan Antar-manusia Pertama

Internasional
Quraish Shihab Terima Penghargaan Bintang Tanda Kehormatan dari Mesir

Quraish Shihab Terima Penghargaan Bintang Tanda Kehormatan dari Mesir

Internasional
'Teman Saya Batuk, Orang-orang Melirik dan Menghindar Mas'

"Teman Saya Batuk, Orang-orang Melirik dan Menghindar Mas"

Internasional
Pria Jepang yang Tak Pernah ke China Terkena Virus Corona

Pria Jepang yang Tak Pernah ke China Terkena Virus Corona

Internasional
Asal Wabah Virus Corona yang Mematikan Terungkap

Asal Wabah Virus Corona yang Mematikan Terungkap

Internasional
China Akui Kekurangan Alat-alat Medis untuk Perangi Virus Corona

China Akui Kekurangan Alat-alat Medis untuk Perangi Virus Corona

Internasional
Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Internasional
Virus Corona Merebak, 16 Negara di Dunia Umumkan Kasus Positif

Virus Corona Merebak, 16 Negara di Dunia Umumkan Kasus Positif

Internasional
Jerman Umumkan Kasus Pertama Virus Corona di Negaranya

Jerman Umumkan Kasus Pertama Virus Corona di Negaranya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Perkembangan Korban Meninggal Virus Corona | 3 Roket Hantam Kedubes AS di Irak

[POPULER INTERNASIONAL] Perkembangan Korban Meninggal Virus Corona | 3 Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Internasional
Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Internasional
Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Internasional
Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X