Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 27/02/2018, 17:06 WIB

Pengawas Sekolah Distrik Wallenpaupack, Michael Silsby berujar, dewan memutuskan merelokasi murid SD Wallenpaupack Selatan di sebuah kampus.

Dalam surat resmi kepada orangtua murid, kampus tersebut berjarak sekitar 24 kilometer dari gereja tersebut.

Silsby berpendapat, memang sekolah tidak menerima ancaman akan adanya penembakan secara langsung.

"Namun, mengingat adanya acara tersebut, kami memutuskan untuk memindahkan murid-murid ke tempat lain," papar Silsby.

Baca juga : Teman Sekelas Ungkap Tabiat Aneh Pelaku Penembakan Massal di Florida

Silsby melanjutkan, orangtua murid diizinkan untuk melarang anaknya bersekolah pada hari itu jika merasa khawatir.

Keputusan yang langsung mendapat persetujuan dari Liz Zoccola, salah satu orangtua murid SD Wallenpaupack Selatan.

"Saya berpikir bakal menyuruh anak saya untuk tetap di rumah. Terlalu menakutkan," kata Zoccola kepada WNP-TV via Associated Press.

Keresahan orangtua siswa kemudian ditanggapi oleh Elder dengan berkata, gereja menjamin setiap jemaatnya untuk tidak membawa amunisi ketika ibadah.

"Kami meminta mereka untuk mengunci senjatanya, dan bakal menggelar pemeriksaan di pintu masuk gereja," kata Elder.

Adapun Gereja Sanctuary merupakan cabang dari Gereja Unifikasi, sebuah pergerakan agama baru yang dimulai di Korea Selatan (Korsel).

Gereja tersebut menjadi populer karena pemimpinnya, Moon Sun Myung, pernah menikahkan ribuan pasangan dalam satu upacara.

Melalui Presiden Gereja Unifikasi, Richard Buessing, Gereja Unifikasi memberikan pernyataan yang menolak acara tersebut.

Dalam pendapatnya, sebuah kehidupan beragama tidak mengharuskan jemaatnya untuk membawa senjata.

Baca juga : Insiden Penembakan Massal, Polisi di Florida Bawa Senjata ke Sekolah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Sumber BBC,AP News
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.