Kompas.com - 13/02/2018, 23:01 WIB
Menteri Luar Negeri Sheikh Sabah Khaled Al-Sabah AFP/GIUSEPPE CACACEMenteri Luar Negeri Sheikh Sabah Khaled Al-Sabah

KUWAIT CITY, KOMPAS.com - Pemerintah Filipina telah memberlakukan larangan pengiriman tenaga kerjanya ke Kuwait pada Senin (12/2/2018), menyusul banyak kasus yang menyebabkan warga negaranya meninggal dunia.

Larangan tersebut memicu kecaman dari pemerintah Kuwait. Dilansir AFP, melalui Menteri Luar Negeri Sheikh Sabah Khaled al-Sabah menyebut larangan itu semakin ditingkatkan oleh Manila.

Manila telah mengumumkan larangan total kepada tenaga kerja yang ingin berangkat ke Kuwait, termasuk mereka yang telah mendapatkan izin kerja namun belum diberangkatkan.

"Kami mengecam pernyataan Presiden Filipina, terutama karena kami sedang dalam upaya hubungan tingkat tinggi dengan Filipina untuk menjelaskan kondisi tenaga kerja mereka di Kuwait," kata Khaled al-Sabah.

Baca juga: Filipina Klaim 2.200 Warganya di Kuwait Bersedia Pulang

Duterte pada Jumat (9/2/2018) menggunakan foto seorang tenaga kerja rumah tangga asal Filipina di Kuwait yang menjadi korban meninggal sebagai contoh tindak kekerasan dan eksploitasi warganya di negara teluk itu, yang menjadi alasan dikeluarkannya larangan.

Duterte juga menuduh para pengusaha asal Arab telah secara berkala melecehkan tenaga kerja Filipina dan memaksa mereka bekerja hingga 21 jam perhari, serta tidak memberi makanan yang cukup.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Apakah ada yang salah dengan kebudayaan di negara Anda? Apakah ada yang salah dengan nilai-nilai Anda?" kata Duterte yang ditujukan kepada pengusaha di Kuwait tersebut.

Organisasi Hak Asasi Manusia (HRW) dan kelompok hak asasi dunia lainnya telah mendokumentasikan berbagai pelanggaran yang terjadi di Kuwait terhadap tenaga kerja asingnya.

Pelanggaran yang dimaksud termasuk tidak membayarkan upah, jam kerja yang panjang dan tanpa libur, kekerasan fisik maupun seksual, serta tidak adanya saluran yang jelas untuk ganti rugi.

Setelah melarang tenaga kerjanya ke Kuwait, pemerintah Filipina tengah membidik China dan Rusia sebagai pasal alternatif bagi warganya yang ingin bekerja di luar negeri.

Baca juga: Duterte Ancam Larang Wanita Filipina Bekerja ke Kuwait



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X