Partai Penguasa Afsel Bersiap Pecat Presiden Jacob Zuma

Kompas.com - 13/02/2018, 14:18 WIB
Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma memberikan keterangan pers saat mengunjungi mantan Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (8/3/2017). Jacob Zuma mengunjungi Megawati Soekarnoputri membahas hubungan pemerintahan, ekonomi, dan kerjasama partai politik. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOPresiden Afrika Selatan, Jacob Zuma memberikan keterangan pers saat mengunjungi mantan Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (8/3/2017). Jacob Zuma mengunjungi Megawati Soekarnoputri membahas hubungan pemerintahan, ekonomi, dan kerjasama partai politik. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

CAPE TOWN, KOMPAS.com - Kongres Nasional Afrika (ANC), partai penguasa di Afrika Selatan (Afsel), dilaporkan bersiap untuk memecat Presiden Jacob Zuma.

Dilansir Reuters via Sky News Selasa (13/2/2018), keputusan itu terjadi setelah Komite Eksekutif ANC (NEC) menggelar pertemuan 13 jam Senin (12/2/2018).

Kantor berita Afsel, SABC melaporkan, Ketua ANC Cyril Ramaphosa bertemu dengan Zuma untuk memaparkan hasil pertemuan NEC.

Dari hasil pertemuan, presiden keempat Afsel sejak era Apartheid tersebut bisa menghindari mosi tidak percaya jika sukarela mundur dalam 48 jam ke depan.

Namun, Zuma langsung menolak desakan tersebut. "Lakukan saja apa yang harus kalian lakukan," ujarnya seperti dikutip SABC.

Baca juga : Sudah 9 Kali, Presiden Afsel Jacob Zuma Lolos dari Mosi Tidak Percaya

"Kami memutuskan untuk mengajukan mosi tidak percaya Zuma. Cyril tengah pergi untuk memberitahukannya," kata sumber di internal ANC.

Jika ANC sepakat untuk mosi tidak percaya, maka Parlemen Afsel bisa melakukan pemakzulan kepada Zuma.

"Namun, perdebatan dan diskusi terkait pengajuan mosi tidak percaya bakal alot," kata sumber itu melanjutkan.

Jika pemakzulan berjalan sukses, ANC dilaporkan bakal menunjuk Ramaphosa sebagai Presiden Afsel setidaknya hingga pemilu 2019.

Adapun Ramaphosa, yang terpilih sejak Desember 2017, telah mendesak agar ANC melakukan transisi kepemimpinan dengan melengserkan Zuma.

"Resolusi ini menjadi konsekuensi yang harus dihadapi oleh negara dan ANC," kata Ramaphosa seperti dilansir News24.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Sky,News24
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Internasional
Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Internasional
Tukang Pijat asal Indonesia Dirampok dan Diperkosa, Polisi Malaysia Tangkap Pria 31 Tahun

Tukang Pijat asal Indonesia Dirampok dan Diperkosa, Polisi Malaysia Tangkap Pria 31 Tahun

Internasional
Bayi 2 Tahun di Toronto Tewas Setelah Kejatuhan AC

Bayi 2 Tahun di Toronto Tewas Setelah Kejatuhan AC

Internasional
Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Mengaku Kepalanya Dihargai Rp 703 Juta

Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Mengaku Kepalanya Dihargai Rp 703 Juta

Internasional
Pemadam Kebakaran Hutan Australia Kirim Pesan Menyentuh ke Pemilik Rumah yang Mereka Selamatkan

Pemadam Kebakaran Hutan Australia Kirim Pesan Menyentuh ke Pemilik Rumah yang Mereka Selamatkan

Internasional
Dokter Keluarkan Potongan Kertas yang Masuk di Mata Gadis 7 Tahun Ini

Dokter Keluarkan Potongan Kertas yang Masuk di Mata Gadis 7 Tahun Ini

Internasional
Meski Hamil 14 Pekan, Wanita Ini Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan Australia

Meski Hamil 14 Pekan, Wanita Ini Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan Australia

Internasional
Dunia Internasional Puji Cara Indonesia Perlakukan Napi Teroris

Dunia Internasional Puji Cara Indonesia Perlakukan Napi Teroris

Internasional
Sungai di Korea Selatan Berubah Merah karena Terkena Darah Babi

Sungai di Korea Selatan Berubah Merah karena Terkena Darah Babi

Internasional
Venesia Dilanda Banjir akibat Gelombang Pasang Tertinggi dalam 50 Tahun Terakhir

Venesia Dilanda Banjir akibat Gelombang Pasang Tertinggi dalam 50 Tahun Terakhir

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 10 Tahun Hamil Diperkosa Kakak | Penyebab Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 10 Tahun Hamil Diperkosa Kakak | Penyebab Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Guru di AS Ini Terekam Pukul Murid Berkebutuhan Khusus hingga Tersungkur

Guru di AS Ini Terekam Pukul Murid Berkebutuhan Khusus hingga Tersungkur

Internasional
Pria Ini Ditangkap dan Diborgol karena Makan Sandwich Saat Menunggu Kereta

Pria Ini Ditangkap dan Diborgol karena Makan Sandwich Saat Menunggu Kereta

Internasional
Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X