Kereta Hantam Truk di Afrika Selatan, 18 Penumpang Tewas dan 260 Luka - Kompas.com

Kereta Hantam Truk di Afrika Selatan, 18 Penumpang Tewas dan 260 Luka

Kompas.com - 05/01/2018, 14:22 WIB
Seorang petugas pemadam kebakaran menarik selang di samping gerbong kereta terguling, setelah terjadi kecelakaan di dekat Kroonstad di provinsi Free State, Afrika Selatan, Kamis (4/1/2018). (AFP via VOA) Seorang petugas pemadam kebakaran menarik selang di samping gerbong kereta terguling, setelah terjadi kecelakaan di dekat Kroonstad di provinsi Free State, Afrika Selatan, Kamis (4/1/2018). (AFP via VOA)


PRETORIA, KOMPAS.com - Kereta penumpang terbakar setelah bertabrakan dengan truk yang menyeberang di persimpangan jalur kereta dengan jalan, di pedesaan Kroonstad, Free State, Afrika Selatan, pada Kamis (4/1/2018), pukul 9.15 waktu setempat.

Dilansir dari VOA, Menteri Perhubungan Afrika Selatan Joe Maswanganyi mengatakan kereta tersebut terguling dan keluar dari jalur. Akibat insiden itu, 18 orang tewas dan sekitar 260 orang mengalami cedera.

"Pengemudi truk mengambil risiko. Dia berpikir akan bisa melewati jalur," katanya.

Kereta penumpang membawa sekitar 400 orang yang selesai berlibur,  dari Port Elizabeth menuju ke Johannesburg.

Baca juga : Data Resmi Korban Kecelakaan Kereta Amtrak di AS, 3 Tewas dan 100 Luka

Beberapa penumpang terjebak di gebrong yang terbakar, sementara ratusan lainnya menyelamatkan diri dan menjauh dari api.

Sementara itu, pengemudi truk dan asistennya selamat dengan sedikit luka, namun tetap dilarikan ke rumah sakit.

Maswanganyi menyatakan pengemudi truk akan diperiksa darahnya untuk mengetahui kemungkinan dia mabuk atau tidak.

Kepala perusahaan kereta api negara, Mthuthuzeli Swartz mengatakan, truk yang menarik dua trailer itu juga mengalami tubrukan ketika berhenti di pinggir jalur rel.

Polisi setempat maish menyelediki kejadian tersebut.

Baca juga : Kecelakaan Kereta Spanyol Batalkan Perayaan di Santiago de Compostela

Sky News melaporkan salah satu penumpang kereta, Tiaan Esterhuizen mengatakan kereta sempat membunyikan klakson yang lama sebelum kecelakaan terjadi.

"Kami berada di gerbong restorasi untuk sarapan. Kami memilih naik kereta karena kami berpikir akan lebih aman daripada menggunakan mobil," ucapnya.

Kementerian terkait memperkirakan jumlah penumpang tewas bisa saja bertambah saat bangkai kereta diangkat.


EditorVeronika Yasinta
Komentar

Close Ads X