Hari Ini dalam Sejarah: Galileo Galilei Diadili Gereja Katolik

Kompas.com - 13/02/2018, 13:19 WIB
Sebuah lukisan karya Cristiano Bangti (1857) menggambarkan Galileo Galilei sedang menghadapi inkuisisi Gereja Katolik di Roma. WikipediaSebuah lukisan karya Cristiano Bangti (1857) menggambarkan Galileo Galilei sedang menghadapi inkuisisi Gereja Katolik di Roma.
|

Berbagai riset yang dilakukannya membuat Galileo menjadi penasihat bagi penelitian yang dilakukan astronom Polandia, Nicolaus Copernicus (1473-1573).

Namun, hasil penelitian Copernicus menunjukkan bahwa Matahari menjadi pusat dari alam semesta.

Kesimpulan ini bertentangan dengan keyakinan Gereja Katolik yang meyakini Bumi sebagai pusat alam semesta.

Sebagai ilmuwan Galileo mendukung fakta penelitian Copernicus. Alhasil dia kemudian ditangkap dan dibawa ke Roma untuk menjalani inkuisisi, sistem pengadilan yang dibuat Vatikan pada 1542 untuk menegakkan hukum gereja.

Baca juga : Paus: Gereja Katolik Seharusnya Minta Maaf kepada Kaum Gay

Beberapa hal yang dilakukan Gereja Katolik saat itu adalah melarang berbagai buku yang dianggap bertentangan dengan ajaran gereja.

Pada 22 Juni 1633, sidang Inkuisisi akhirnya menjatuhkan keputusannya terhadap Galileo. Keputusan itu dibagi dalam tiga bagian utama.

1. Galileo telah melakukan bidah karena meyakini Matahari tidak bergerak dan menjadi pusat alam semesta serta Bumi bukan pusat alam semesta dan justru mengitari Matahari.

Gereja Katolik memerintahkan Galileo untuk "mengharamkan, mengutuk, dan membenci" teori tersebut.

2. Galileo dijatuhi hukuman penjara dan dia kemudian menjalani status tahanan rumah seumur hidup.

3. Buku karya Galileo "Dialogue Concerning the Two Chief World Systems" yang menentang teori geosentris dilarang dan pengadilan juga melarang publikasi hasil karya Galileo termasuk yang akan ditulisnya di masa depan.

Setelah menjalani hukuman tahanan rumah, Galileo tetap menerima tamu hingga saat dia jatuh sakit dan meninggal dunia pada 8 Januari 1642 dalam usia 77 tahun.

Pada 31 Oktober 1992, Paus Yohanes Paulus II menyatakan penyesalan terkait tindakan yang dilakukan Gereja Katolik terhadap Galileo.

Paus Yohanes Paulus II akhirnya mengumumkan bahwa Gereja Katolik telah melakukan kesalahan saat menghakimi pandangan keilmuan Galileo.

Baca juga : Di Bolivia, Paus Minta Maaf atas Kejahatan Masa Lalu Gereja Katolik

Pada Maret 2008, Ketua Akademi Sains Kepausan, Nicola Cabibbo, mengumumkan rencana pendirian patung Galileo di Vatikan sebagai wujud penghormatan kepada sang ilmuwan.

Pada Desember 2008, Paus Benediktus XVI memuji kontribusi Galileo untuk ilmu astronomi, namun sebulan kemudian Vatikan mengumumkan membatalkan rencana pendirian patung Galileo.

Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X