Hari Ini dalam Sejarah: Nelson Mandela Dibebaskan dari Penjara - Kompas.com

Hari Ini dalam Sejarah: Nelson Mandela Dibebaskan dari Penjara

Kompas.com - 11/02/2018, 13:00 WIB
Presiden Afsel FW de Klerk bersalaman dengan pemimpin anti-apartheid Nelson Mandela di World Economic Forum pada 1992.www.weforum.org/Wikipedia Presiden Afsel FW de Klerk bersalaman dengan pemimpin anti-apartheid Nelson Mandela di World Economic Forum pada 1992.

KOMPAS.com - Tanggal 11 Februari 1990 menjadi hari yang dikenang warga kulit hitam Afrika Selatan saat pemimpin anti-apartheid Nelson Mandela dibebaskan setelah 27 tahun mendekam di penjara.

Pada 1944, Nelson Mandela yang berprofesi sebagai pengacara bergabung dengan Kongres Nasional Afrika (ANC), organisasi politik kulit hitam tertua di Afrika Selatan.

Di ANC, Mandela menjadi ketua sayap pemuda ANC cabang kota Johannesburg. Karier politik Mandela terus melesat dan menjadi wakil presiden ANC pada 1952.

Saat itulah, Mandela menyarankan perlawanan tanpa kekerasan terhadap sistem apartheid yang memisahkan antara warga kulit putih dan kulit hitam.

Baca juga : Hari Ini dalam Sejarah: Nelson Mandela Resmi Menjadi Presiden Afsel

Namun, setelah pembantaian peserta unjuk rasa damai di Sharpeville pada 1960, Mandela membantu mendirikan sayap paramiliter ANC untuk melakukan perang gerilya menentang pemerintah Afrika Selatan.

Alhasil, pada 1961 Mandela ditangkap dan didakwa melakukan pengkhianatan terhadap negara. Dia sempat dibebaskan dari tuduhan itu tetapi ditangkap kembali pada 1962 karena meninggalkan Afsel secara ilegal.

Setelah diadili Mandel dijatuhi hukuman penjara di Pulau Robben. Di saat menjalani hukuman, dia kembali diadili pada 1964 dengan dakwaan melakukan sabotase.

Pada Juni 1964, Mandela dan beberapa pemimpin ANC dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Mandela menjalani 18 tahun pertama hukumannya di Pulau Robben yang brutal. Dia dikurung dalam sel sempit tanpa tempat tidur atau air bersih. Mandela juga diharuskan bekerja memecahkan batu selama enam jam setiap hari.

Penjara di Pulau Robben yang pernah menjadi tempat pengasingan Nelson Mandela saat politik apartheid di Afrika Selatanshutterstock Penjara di Pulau Robben yang pernah menjadi tempat pengasingan Nelson Mandela saat politik apartheid di Afrika Selatan
Dia hanya diizinkan menulis dan menerima surat sekali dalam enam bulan dan setahun sekali boleh menerima kunjungan dengan durasi 30 menit.

Meski demikian, semangat Mandela tidak patah dan tetap menjadi simol perlawanan terhadap sistem apartheid yang diskriminatif.

Mandela memimpin gerakan menentang aturan di dalam penjara yang berhasil meningkatkan kondisi Pulau Robben secara spesifik.

Setelah 18 tahun di Pulau Robben, Mandela dipindahkan ke tempat lain untuk menjalani tahanan rumah.

Pada 1989, FW de Klerk menjadi presiden Afrika Selatan dan berencana meninggalkan sistem apartheid.

De Klerk kemudian mencabut aturan yang membuat ANC menjadi sebuah organisasi terlarang, menunda eksekusi, dan pada 1990 memerintahkan pembebasan Nelson Mandela.

Setelah bebas, Mandela memimpin ANC untuk melakukan negosiasi dengan pemerintah minoritas kulit putih untuk mendirikan sebuah pemerintahan multiras.

Baca juga : Apakah CIA Berperan dalam Penangkapan Nelson Mandela pada 1962?

Pada 1993, Mandela dan De Klerk sama-sama mendapatkan hadiah Nobel Perdamaian dan setahun kemudian ANC memenangkan pemilu bebas pertama di Afrika Selatan.

Kemenangan ANC sekaligus menghantarkan Mandela sebagai presiden Afrika Selatan. Mandela pensiun dari politik pada 1999 tetapi tetap memperjuangkan perdamaian dunia hingga kematiannya pada Desember 2013.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar

Close Ads X