Kompas.com - 01/02/2018, 09:51 WIB
Ilustrasi belalang. (The Star Online) Ilustrasi belalang. (The Star Online)
|
EditorVeronika Yasinta


MOSCOW, KOMPAS.com — Belalang mengancam perhelatan Piala Dunia 2018 di Rusia. Serangga tersebut diperkirakan bakal menyerang rumput stadion.

Kepala Departemen Pertanian Rusia Pyotr Chekmarev mengatakan, rumput lapangan di stadion bisa menjadi santapan belalang saat musim panas.

"Kami telah belajar bagaimana menghadapi belalang, tetapi bagaimana agar kami tidak jatuh ke dalam skandal global terkait belalang tahun ini?" ucapnya.

Dia mengatakan, sekitar 1 juta hektar lahan di Rusia sebelah selatan pernah dipenuhi belalang, termasuk di kota Volgograd, salah satu kota yang menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018.

Baca juga: Jelang Piala Dunia 2018, Rusia Musnahkan Banyak Anjing Liar

"Seluruh masyarakat dunia datang ke sini. Lapangan sepak bola hijau. Belalang menyukainya, di mana banyak sekali rumput hijau. Bagaimana agar mereka tidak muncul ketika pertandingan sedang berlangsung," kata Chekmarev.

Sebelumnya, Otoritas Rusia juga dikabarkan memusnahkan anjing-anjing liar yang berada di kota-kota penyelenggara pertandingan Piala Dunia 2018.

Gerombolan anjing liar menjadi pemandangan yang umum di kota-kota di Rusia yang didorong keengganan publik mensterilkan hewan peliharaan sehingga beberapa menjadi agresif dan mengemis makanan di jalanan.

Bulan lalu, Wakil Perdana Menteri Rusia Vitaly Mutko memperkirakan sekitar 2 juta hewan liar berada di kota-kota penyelenggara Piala Dunia.

Baca juga: Tangkal Drone Musuh, Rusia Gunakan Burung Rajawali

Dia mendesak agar pemerintah kota memecahkan masalah tersebut dengan kasih sayang.

"Reputasi negara dipertaruhkan karena kita bukan orang kejam yang melakukan pembunuhan massal terhadap binatang di jalanan," katanya.

Presiden Rusia Vladimir Putin berharap menggunakan momen Piala Dunia 2018 untuk menunjukkan negaranya sebagai negara adikuasa, di tengah hubungan yang longgar dengan pihak Barat terkait Suriah dan Ukraina.

Piala Dunia 2018 di Rusia akan diselenggarakan mulai dari 14 Juni hingga 15 Juli 2018 di 12 stadion di 11 kota.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X