Kompas.com - 31/01/2018, 16:42 WIB
|
EditorArdi Priyatno Utomo

MOSKWA, KOMPAS.com - Mencegat dan menghancurkan pesawat nirawak (drone) milik musuh tidak selalu menggunakan sistem pertahanan udara.

Baru-baru ini, Rusia dilaporkan tengah melatih burung pemangsa agar mempunyai kemampuan dalam mencegat drone tak dikenal.

Diwartakan Daily Mirror Selasa (30/1/2018), sejak awal Rusia telah mempunyai suatu unit burung yang berisi elang, rajawali, dan burung hantu-elang.

Selama 45 tahun, mereka mendapat tugas untuk menghalau gagak yang dianggap pengganggu di Rusia.

Namun, seorang pejabat di Kremlin berkata, Presiden Vladimir Putin memerintahkan agar predator tersebut dilatih untuk mencegat drone yang melintas di wilayah udara Rusia.

Baca juga : Elang Jawa Jantan Dilepasliarkan di Hutan Kamojang

"Sebab, presiden khawatir jika drone itu bakal dipakai untuk memata-matai Rusia," ujar pejabat yang tidak ingin dipublikasikan tersebut.

Dari beberapa jenis burung pemangsa yang dimiliki Rusia, pejabat itu berkata Putin lebih suka memakai rajawali daripada elang.

Selain karena dianggap mampu beradaptasi dengan pelatihan, rajawali juga lebih besar dibandingkan elang.

"Burung elang bakal kesulitan untuk menangkal drone terkecil sekalipun," tutur sumber itu.

Sumber tersebut lalu melanjutkan, Rusia bukan menjadi negara pertama yang mencoba predator untuk melumpuhkan drone.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.