Australia Tarik Mundur Jet Tempur dari Koalisi Anti-ISIS di Irak

Kompas.com - 18/01/2018, 23:10 WIB
Pesawat F-35 milik Angkatan Udara Australia beraksi di ajang Australia International Airshow di bandara Avalon, 3 Maret 2017. Jeremy R Dixon / AFPPesawat F-35 milik Angkatan Udara Australia beraksi di ajang Australia International Airshow di bandara Avalon, 3 Maret 2017.
|
EditorAgni Vidya Perdana

CANBERRA, KOMPAS.com - Tiga tahun bergabung dalam pasukan tempur koalisi AS melawan kelompok ISIS di Irak, Australia akhirnya memutuskan untuk menarik mundur jet tempurnya kembali ke negaranya.

Selama bergabung dengan pasukan koalisi AS di Irak, angkatan udara Australia telah melakukan 2.700 penerbangan dengan lebih dari 21.000 jam terbang.

Dikutip dari The New Arab, penarikan mundur pesawat tempur Australia sebagai realisasi pernyataan Menteri Pertahanan Marire Payne pada Desember 2017 lalu.

Saat itu, Payne menyatakan akan segera mengakhiri operasinya di Irak setelah pemerintahan negara itu mengumumkan kemenangan atas kelompok teroris yang dibentuk pada 2014 tersebut.

Baca juga: Rusia Kirim Pesawat Pengebom ke Indonesia, Australia Waspada

Mark Binskin, Marsekal Udara dari angkatan udara Australia (RAAF) mengatakan, selama bergabung dengan koalisi AS di Irak, jet tempur Australia telah sangat berkontribusi dalam kemenangan melawan ISIS.

"Selama lebih dari tiga tahun, ratusan personil Angkatan Pertahanan Australia (ADF) telah dikirim ke Timur Tengah sebagai bagian dari elemen Kelompok Serangan Udara (ATG)," kata Binskin dalam sebuah pernyataan.

"Dengan setiap penugasan, mereka telah menunjukkan tingkat keterampilan, keberanian dan profesionalisme tertinggi."

"Kelompok Serangan Udara maupun keluarga para pasukan patut berbangga dengan prestasi dan kontribusi penting mereka dalam membantu Pasukan Keamanan Irak membebaskan negara mereka dari Daesh (ISIS)," tambah Binskin.

Namun di tengah prestasi yang dicapai, peperangan melawan ISIS di Irak turut menimbulkan korban dari warga sipil.

Baca juga: Lenyap 103 Tahun, Kapal Selam Pertama Australia Ditemukan

Data organisasi non-pemerintah menyebut, setidaknya 3.200 warga sipil tewas akibat serangan yang dilancarkan koalisi AS antara Oktober 2016, saat serangan terhadap ISIS di Mosul dimulai hingga dibebaskannya kota itu pada Juli 2017.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.