Kompas.com - 17/01/2018, 19:15 WIB
|
EditorArdi Priyatno Utomo

NEW YORK, KOMPAS.com - Badan PBB yang mengurusi masalah pengungsi Palestina, UNRWA, mengumumkan tengah mencari cara untuk mengatasi kekurangan anggaran mereka.

Pernyataan tersebut diumumkan setelah Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengumumkan telah membekukan dana 65 juta dolar AS, atau sekitar Rp 865 miliar.

Dari 125 juta dolar AS, sekitar Rp 1,6 triliun yang dianggarkan, Negeri Paman Sam baru mengirim 60 juta dolar AS, atau Rp 800,3 miliar.

Sementara pada 2016, AS dilaporkan menyumbang sebesar 355 juta dolar AS, atau Rp 4,7 triliun.

Pembekuan itu muncul setelah Presiden Donald Trump mengeluhkan AS membayar program pengungsi Palestina tanpa menerima apresiasi maupun hormat.

Baca juga : Trump Bekukan Sumbangan Rp 865 miliar untuk Rakyat Palestina

"Mereka (Palestina) tidak berniat untuk membicarakan proses perdamaian dengan Israel. Jadi, mengapa kami harus menyumbang besar untuk mereka?" kecam Trump di Twitter.

Dikutip dari The Times of Israel Rabu (17/1/2018), Komisaris Jenderal UNRWA, Pierre Krahenbuhl, berniat menggalang dana lewat komunitas internasional.

Kranhebuhl menyatakan, penggalangan tersebut diperlukan untuk memastikan UNRWA tetap beroperasi sepanjang 2018.

Dia menjelaskan, terdapat 700 sekolah yang menampung 525.000 anak-anak pengungsi.

UNRWA juga mempunyai rumah sakit, dan fasilitas kemanusiaan lainnya di Suriah, Lebanon, Jordania, maupun Jalur Gaza dan Tepi Barat.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.