Kompas.com - 16/01/2018, 16:53 WIB
Anak-anak pengungsi Muslim Rohingya tengah menanti pembagian bantuan makanan di kamp pengungsian di Thankali, distrik Ukhia, Bangladesh. Munir Uz Zaman / AFPAnak-anak pengungsi Muslim Rohingya tengah menanti pembagian bantuan makanan di kamp pengungsian di Thankali, distrik Ukhia, Bangladesh.
|
EditorAgni Vidya Perdana

NAYPYIDAW, KOMPAS.com - Pemerintah Myanmar dan Bangladesh telah menyepakati pemulangan para pengungsi Rohingya akan dirampungkan dalam jangka waktu dua tahun.

Kesepakatan itu semakin memperjelas rencana untuk membawa kembali ratusan ribu warga Muslim Rohingya yang melarikan ke Bangladesh.

Kesepakatan itu sebagai hasil pertemuan kedua negara selama dua hari di Naypyidaw, menyebutkan jangka waktu dua tahun akan dimulai setelah proses pemulangan pengungsi tahan pertama berjalan.

Baca juga: Jepang Hibahkan Rp 40 Miliar ke Myanmar untuk Pemulangan Rohingya

Namun, kesepakatan tersebut hanya berlaku untuk pengungsi Rohingya yang melarikan diri ke Myanmar akibat kasus kekerasan yang terjadi sejak Oktober 2017.

Dengan kata lain, tidak untuk pengungsi Rohingya yang tinggal di Bangladesh sebelumnya, yang diperkirakan PBB berjumlah sekitar 200.000 orang.

"Selama pertemuan dua hari ini kami telah menyepakati formulir yang harus diisi para pengungsi untuk dapat kembali ke Myanmar," kata duta besar Bangladesh untuk Myanmar, Mohammad Sufiur Rahman kepada AFP.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rahman menambahkan, proses pemulangan akan dimulai dalam beberapa hari ke depan. Akan tetapi, dari pihak Myanmar menyebut batas waktu pekan depan untuk memulai proses pemulangan Rohingya tidak memungkinkan.

Kesepakatan kali ini sebagai tindak lanjut hasil perjanjian kedua negara yang telah tercapai pada November 2017, membuka jalan untuk dimulainya proses pemulangan.

Dijadwalkan proses pemulangan akan dimulai pada 23 Januari 2018, namun kemungkinan akan kembali mundur setelah adanya kesulitan memasok logistik melintasi perbatasan.

Baca juga: Tenda Pengungsi Rohingya Terbakar, Seorang Wanita dan Tiga Anak Tewas

Pemerintah Myanmar, yang terus mendapat tekanan diplomatik untuk pemulangan pengungsi Rohingya yang aman, mempercepat proses pembangunan kamp sementara di distrik Maungdaw, Rakhine.

Sebanyak 625 tenda pengungsian akan dibangun guna menampung sekitar 30.000 warga Rohingya sebelum mereka dipindahkan ke pemukiman permanen. Namun dilaporkan baru sebagian kecil bangunan yang telah selesai.



Sumber AFP
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.