Trump Berupaya Blokir Buku yang Ungkapkan Kekacauan di Gedung Putih - Kompas.com

Trump Berupaya Blokir Buku yang Ungkapkan Kekacauan di Gedung Putih

Kompas.com - 05/01/2018, 08:39 WIB
Buku karya Michael Wolff berjudul Fire and Fury: Inside The Trump White House, yang ditampilkan di situs web Amazon, Kamis (4/1/2018). (VOA) Buku karya Michael Wolff berjudul Fire and Fury: Inside The Trump White House, yang ditampilkan di situs web Amazon, Kamis (4/1/2018). (VOA)


WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Tim hukum Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengirimkan surat kepada penulis Michael Wolff dan penerbitnya untuk menghentikan publikasi buku berjudul Fire and Furry: Inside The Trump and White House.

Tim hukum Trump mengancam akan menuntut atas tuduhan tindakan pencemaran nama baik.

Dilansir dari Sky News, Kamis (4/1/2018), buku yang diluncurkan oleh penerbit buku Henry Holt dan Co pada pekan depan ini telah menimbulkan ketertarikan di kalangan masyarakat.

Buku tersebut menjelaskan kekacauan di Gedung Putih yang diungkapkan oleh mantan ahli strategi utama Trump, Steve Bannon.

Baca juga : Terungkap, Kekacauan di Gedung Putih dan Ivanka Trump Jadi Capres AS

Melalui suratnya kepada Wolff, pengacara Charles Hardes mengatakan kontribusi Bannon dapat menimbulkan banyak tuntutan hukum termasuk pasal penghinaan dan fitnah.

"Termasuk pelanggaran terhadap kerahasiaan. Tindakan hukum sebentar lagi terlaksana," tulisnya.

Dia juga meminta penerbit untuk segera menghentikan publikasi lanjutan dan perilisan buku atau penyebarluasan buku.

Pengacara Trump juga meminta salinan lengkap buku itu sebagai bagian dari penyelidikan.

Sekretaris pers Gedung Putih, Sarah Sanders, mengatakan kepada wartawan bahwa Trump dan keluarganya tidak akan mendukung kampanye pemilihan presiden jika tak yakin Trump akan menang, atau ingin menang.

Baca juga : Setelah Pakistan, Trump Ancam Putus Bantuan ke Palestina

Buku itu mengungkapkan sejumlah fakta menarik, seperti tidak ada satu orang pun yang berada di kubu Trump saat kampanye yang menyangkanya akan memenangkan kursi kepresidenan.

Melania Trump bahkan merasa ngeri dengan prospek kemenangan suaminya. Dalam malam pemilihan presiden, ketika Trump secara jelas mengalahkan Clinton, Melania menangis, tapi bukan karena gembira.

Steve Bannon juga menyebutkan adanya pertemuan antara putra Trump, Donald Trump Jr dengan orang Rusia untuk menjatuhkan Hillary Clinton dalam pilpres AS.

Namun, Trump menyangkal tuduhan mantan orang kepercayaannya itu. Trump juga mengumumkan seluruh staf dan tamu di Gedung Putih tidak boleh menggunakan ponsel pribadi mereka mulai pekan depan.

Terbit lebih cepat

BBC melaporkan penerbit buku kontroversial tentang Gedung Putih dan Donald Trump menanggapi upaya pengacara Trump untuk mencegah peluncuran buku dengan mempercepat rilisnya.

Buku Fire and Fury: Inside the Trump White House awalnya akan diluncurkan pada Selasa (9/1/2018), namun kini dipercepat menjadi Jumat (5/1/2018).

Wolff sudah mengukuhkan penerbitan yang empat hari lebih cepat dari rencana awal dengan menulis pesan di Twitter.

"Ini dia, Anda bisa membelinya (dan membacanya) besok. Terima kasih tuan presiden," tulisnya.

 


EditorVeronika Yasinta
Komentar

Terkini Lainnya

Bayi Usia 10 Hari Ini Torehkan Sejarah di Kongres AS

Bayi Usia 10 Hari Ini Torehkan Sejarah di Kongres AS

Internasional
Cerita Penjual 'Es Kepal Milo' yang Berdiri 8 Jam Melayani Pembeli

Cerita Penjual "Es Kepal Milo" yang Berdiri 8 Jam Melayani Pembeli

Megapolitan
Prabowo Sering Ajak Anies Ngobrol, tetapi Bukan soal Cawapres...

Prabowo Sering Ajak Anies Ngobrol, tetapi Bukan soal Cawapres...

Nasional
Kesalahan Warga Setiap Kali Melihat Lokasi Kejahatan...

Kesalahan Warga Setiap Kali Melihat Lokasi Kejahatan...

Megapolitan
Calon Jemaah Haji yang Wafat sebelum Berangkat Kini Bisa Digantikan Keluarganya

Calon Jemaah Haji yang Wafat sebelum Berangkat Kini Bisa Digantikan Keluarganya

Nasional
Di Persidangan, Bos First Travel Akan Beberkan soal Aset yang Dibekukan

Di Persidangan, Bos First Travel Akan Beberkan soal Aset yang Dibekukan

Nasional
Rela Antre Berjam-jam demi 'Es Kepal Milo' yang Viral di Medsos...

Rela Antre Berjam-jam demi "Es Kepal Milo" yang Viral di Medsos...

Megapolitan
Elektabilitas Ridwan Kamil-Uu Turun di Survei Indo Barometer, Apa Sebabnya?

Elektabilitas Ridwan Kamil-Uu Turun di Survei Indo Barometer, Apa Sebabnya?

Nasional
Unjuk Rasa, Massa di Aceh Tuntut Eksekusi Cambuk Tetap Digelar di Ruang Terbuka

Unjuk Rasa, Massa di Aceh Tuntut Eksekusi Cambuk Tetap Digelar di Ruang Terbuka

Regional
Banyak Penumpang Southwest Tak Pakai Masker Oksigen dengan Benar

Banyak Penumpang Southwest Tak Pakai Masker Oksigen dengan Benar

Internasional
Ini yang Harus Dilakukan Jokowi agar Pemangkasan 14 Proyek Tak Jadi Titik Lemah

Ini yang Harus Dilakukan Jokowi agar Pemangkasan 14 Proyek Tak Jadi Titik Lemah

Nasional
Mengamuk dan Melukai 3 Warga, Seekor Kerbau Ditembak Polisi

Mengamuk dan Melukai 3 Warga, Seekor Kerbau Ditembak Polisi

Regional
5 Pengakuan Bimanesh soal Fredrich dan Kejanggalan Perawatan Setya Novanto

5 Pengakuan Bimanesh soal Fredrich dan Kejanggalan Perawatan Setya Novanto

Nasional
Tahap Dua Penataan Tanah Abang, dari Blok G hingga 'Skybridge'

Tahap Dua Penataan Tanah Abang, dari Blok G hingga "Skybridge"

Megapolitan
Penutupan Sense Karaoke di Mangga Dua yang Berjalan Tanpa Perlawanan

Penutupan Sense Karaoke di Mangga Dua yang Berjalan Tanpa Perlawanan

Megapolitan

Close Ads X